Pembangunan Batalion Terkendala Sengketa Lahan, KSAD: Kita Cari Jalan Tengah

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 11 Februari 2026 | 17:46 WIB
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (SinPo.id/Tio Pirnando)
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (SinPo.id/Tio Pirnando)

SinPo.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan, pihaknya akan mencari solusi mengenai masalah sengketa lahan dengan masyarakat terkait pembangunan Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP). Solusi yang ditawarkan merupakan jalan tengah agar TNI AD maupun masyarakat, sama-sama saling menguntungkan. 

"Nanti tetap kita akan cari jalan tengahnya, supaya bisa yang terbaik buat kami dan juga masyarakat," kata Maruli usai acara Rapim TNI AD di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Maruli menyampaikan, sengketa ini terjadi biasanya disebabkan lahan tidur tidak terpakai, lantas masyarakat menempatinya. Namun, sengketa lahan ini hanya terjadi di beberapa titik saja dari target pembangunan 150 Yon TP tahun ini. Angka 150 tersebut paralel dengan pembangunan yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya.

"Ya, memang dari sekian yang kita mulai bekerja, ya adalah sedikit, mungkin nggak sampai dua, tiga titik yang ada sedikit permasalahan. Memang kita selalu melangkah," kata Maruli. "Setelah progres semua, nanti kita sudah mulai menyeleksi lagi. Jadi nanti tahun ini juga kita targetnya 150," sambungnya.

Maruli menegaskan, TNI AD sudah mengantongi legalitas dokumen kepemilikan lahan-lahan yang nantinya akan dibangun Yon TP tersebut. Legalitas ini penting sebagai langkah AD dalam menyelesaikan permasalahan.

"Aturannya yang kami pegang legalnya itu sudah pasti paling benar. Namun di proses itu, seperti kita ketahui bersama, terkadang ada tanah yang lahan tidur, sehingga masyarakat menempati tempat tersebut," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI