UNICEF Sebut Lebih dari 200 Juta Anak di Dunia Butuh Bantuan Kemanusiaan

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 11 Februari 2026 | 09:28 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Al Jazeera)
Ilustrasi. (SinPo.id/Al Jazeera)

SinPo.id - UNICEF mengatakan, ebih dari 200 juta anak di lebih dari 130 negara akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2026, dan hal itu merupakan salah satu krisis global paling parah yang dihadapi anak-anak.

Kepala UNICEF, Catherine Russell, mengatakan skala dan kompleksitas tantangan yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia semakin intensif seiring dengan semakin dalamnya konflik, guncangan iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan ketidaksetaraan.

"Situasi kemanusiaan yang dihadapi anak-anak saat ini termasuk yang paling parah yang pernah kita lihat. Lebih dari 200 juta anak di lebih dari 130 negara membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2026," kata Russell, dilansir dari Anadolu, Rabu, 11 Februari 2026.

Menurutnya, lingkungan global bagi anak-anak menjadi semakin sulit, dengan tekanan yang meningkat pada keluarga dan komunitas seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan menyusutnya sumber daya.

“Dalam setahun terakhir, kita telah melihat tantangan terhadap masa depan sistem multilateral, terhadap nilai dan efektivitas bantuan internasional, dan pada akhirnya terhadap tanggung jawab kolektif dunia untuk merawat mereka yang paling membutuhkan, terutama anak-anak," ungkapnya.

Ia pun menekankan bahwa kesehatan anak dan ibu tetap menjadi prioritas utama UNICEF, bahkan ketika kebutuhan kemanusiaan terus meningkat. 

“Konflik, guncangan iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan ketidaksetaraan memberikan tekanan yang sangat besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.

Tetlebih, kekerasan terhadap anak juga meningkat tajam, termasuk termasuk pembunuhan, penculikan, dan kekerasan seksual. Oleh sebab itu, Russell menyerukan kemitraan dan reformasi yang lebih kuat untuk menyelamatkan banyak nyawa.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI