Dasco: Survei 2 Persen Tak Puas dengan Pemerintahan Prabowo Bakal jadi Evaluasi

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 09 Februari 2026 | 13:41 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan bila hasil survei yang menyebut ada sekitar dua persen publik tidak puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto, akan menjadi bahan introspeksi.

Meski mayoritas publik dari survei itu merasa puas dengan kinerja Prabowo, Dasco menegaskan angka 2 persen itu cukup berarti dan akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah.

"Walaupun cuma sekitar 2-3 persen, tapi itu cukup berarti dan penting," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Menurut dia, hasil survei itu merupakan evaluasi bagi pemerintah. Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini mengatakan bahwa catatan-catatan penting selain hasil survei juga akan menjadi perhatian bagi pihaknya.

Dasco menyatakan akan memperhatikan catatan-catatan dari survei itu soal peningkatan ekonomi dan pemerataan bantuan.

"Justru catatan-catatan itu yang menjadi perhatian kami, menjadi perhatian pemerintah, menjadi perhatian Pak Prabowo, untuk dijadikan bahan introspeksi untuk perbaikan ke depan," kata dia.

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan lembaga riset Indikator Politik Indonesia pada awal 2026, menunjukkan bahwa mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa survei itu dilakukan terhadap 1.220 responden yang merupakan WNI minimal berumur 17 tahun dalam kurun 15-21 Januari 2026. Dari seribuan responden itu, sebanyak 79,9 persen puas atas kinerja Prabowo.

Dia menjelaskan sebanyak 13 persen responden menyatakan 'sangat puas', 66,9 persen responden menyatakan 'puas', sedangkan 17,1 persen responden menyatakan 'kurang puas', dan tidak 2,2 persen responden menyatakan 'tidak puas sama sekali'. Adapun sisanya, yakni 0,8 persen responden tidak tahu/tidak jawab.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI