Presiden Prabowo Ajak Pemimpin Bangsa Jaga Persatuan Meski Berbeda Pandangan

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 08 Februari 2026 | 11:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/YouTube Setpres)

SinPo.id - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin untuk senantiasa menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan pandangan.

Hal itu diungkapkan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Februari 2026.

“Tidak ada bangsa yang kuat dan maju kalau pemimpinnya tidak rukun. Mari kita bersatu. Boleh bertanding, berdebat, berbeda, tapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia dan masyarakat harus rukun menjaga persatuan dan kesatuan,” pesan Presiden.

Kepala Negara menegaskan bahwa sejarah telah mengajarkan tidak mungkin tercipta kemakmuran tanpa perdamaian, dan perdamaian tidak akan terwujud tanpa kerukunan di antara para pemimpin.

“Para pemimpin di setiap eselon politik, ekonomi, intelektual semuanya harus berpikir, berjuang, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia. Tidak boleh pemimpin punya dendam, rasa benci, rasa dengki, atau selalu mencari kesalahan pihak lain,” katanya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan kembali nilai luhur yang diajarkan para kiai, yakni sikap mikul duwur mendem jero, yang berarti menjunjung tinggi kehormatan dan mengubur dalam-dalam keburukan.

“Guru-guru kita, kiai kita mengajarkan selalu mikul duwur mendem jero. Berbeda tidak masalah, sesudah berbeda cari persatuan, kesamaan, dan musyawarah untuk mufakat. Itu kepribadian bangsa Indonesia,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI