Gibran: Siapa Pun Presidennya, Prof Yusril Menterinya

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:38 WIB
Wapres Gibran di acara HUT ke-70 Prof Yusril Ihza Mahendra. (SinPo.id/ Setwapres)
Wapres Gibran di acara HUT ke-70 Prof Yusril Ihza Mahendra. (SinPo.id/ Setwapres)

SinPo.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai, peran Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, bagi negeri, sudah terbukti lintas pemerintahan. Karenanya, tak heran bila keterlibatannya di beberapa periode kepresidenan selalu diperlukan. 

"Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permas di era Bapak Presiden Prabowo. Jadi, siapa pun presidennya, menterinya Profesor Yusril," kata Gibran peluncuran delapan buku yang dirangkaikan dengan ulang tahun ke-70 Yusril Ihza Mahendra di Balai Kartini, Setiabudi, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026. 

Di era Presiden Gus Dur hingga Megawati Soekarnoputri, Yusril menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-Undangan serta Menteri Kehakiman dan HAM. Kemudian, menjadi Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan, saat ini, era Presiden Prabowo, Yusril diamanahkan tugas menjadi Menko Kumham Imipas. 

Menurut Gibran, tidak berlebihan apabila menyebut Yusril sebagai sosok yang serba bisa. Meski tumbuh di era mesin ketik, pemikiran dan gagasan Yusril tetap relevan hingga era digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sebagai anak muda, Gibran mengaku harus banyak belajar dari pengalaman Yusril yang sudah berkiprah di pelbagai bidang, baik keagamaan, hukum, tata negara, dan politik. 

"Sebagai anak muda, saya harus banyak belajar dari beliau, dari pengalaman-pengalaman beliau. Beliau adalah guru besar hukum tata negara di usia 42 tahun," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI