Epstein Files: Dari Bocoran Email, Film Kontroversial, hingga Misteri Malam Terakhir

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:17 WIB
Epstein
Epstein

SinPo.id -  Rilis terbaru Epstein files kembali memicu kontroversi. Dokumen yang seharusnya sudah disensor ternyata masih menyimpan data mentah berupa email, kredensial, hingga informasi korban. Temuan ini diungkap oleh Mahmoud Al-Qudsi, pendiri NeoSmart Technologies, yang secara tak sengaja menemukan kode base64 dalam berkas-berkas tersebut. Bersama komunitas forensik siber, sebagian data berhasil direkonstruksi, menandakan redaksi yang dilakukan Departemen Kehakiman AS (DOJ) tidak sepenuhnya aman.

Film “The Leather Notebook”

Di tengah sorotan publik, muncul dokumenter berjudul “The Leather Notebook” produksi Nehzat Media Arts Center. Film ini menyoroti catatan kulit berisi nama klien dan jaringan Epstein yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. Dokumenter tersebut mengaitkan hubungan Epstein dengan mantan Presiden AS Donald Trump serta dugaan keterlibatan intelijen Israel (Mossad) dalam dinamika geopolitik melawan Iran.

Narasi film menekankan bahwa skandal Epstein bukan sekadar kasus pelecehan seksual, melainkan cerminan politik bayangan, blackmail, dan diplomasi rahasia. Pertanyaan provokatif pun muncul: apakah Trump korban konspirasi besar atau bagian dari permainan kekuasaan global?

Misteri Malam Kematian Epstein

Selain bocoran dokumen, laporan DOJ dan FBI juga menimbulkan tanda tanya baru terkait kematian Epstein di Metropolitan Correctional Centre, New York, pada 10 Agustus 2019. CCTV memperlihatkan sosok berwarna oranye naik tangga menuju sel Epstein pada malam kejadian.

Meski laporan resmi menyebut Epstein bunuh diri, analisis OIG (Office of the Inspector General) berbeda dengan pernyataan publik mantan Jaksa Agung Bill Barr dan eks pejabat FBI Dan Bongino yang menegaskan tidak ada orang lain di area sel. Perbedaan kesimpulan ini kembali memicu spekulasi adanya “mystery inmate” yang mungkin memiliki akses ke lokasi Epstein sebelum ia ditemukan tak bernyawa.

Dampak dan Pertanyaan Besar

Epstein files, yang sering disebut sebagai Black Book, berisi jutaan halaman dokumen dan ribuan gambar. Isinya diyakini mencatat jaringan luas Epstein dengan politisi, pebisnis, hingga selebritas. Bocoran ini menyoroti sisi gelap kekayaan dan privilese, serta membuka kembali perdebatan tentang akuntabilitas elit global.

Dengan kombinasi kebocoran data, dokumenter kontroversial, dan misteri kematian yang belum terjawab, kasus Epstein terus menjadi simbol rapuhnya sistem pengawasan ketika kekuasaan dan uang bertemu dalam ruang gelap politik internasional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI