Gubernur DKI Luncurkan Pergub Efisiensi Energi di Forum Iklim C40
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan Air pada Bangunan Gedung dalam Forum Jakarta C40 Urban Climate Action Programme–Climate Action Implementation (UCAP–CAI) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari 2026.
Forum yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kedutaan Besar Inggris dan jaringan kota global C40 Cities itu mengusung tema From Implementation to Integration: Securing Jakarta’s Climate Future. Kegiatan ini sekaligus menandai serah terima program Climate Action Implementation dari UK Urban Climate Action Programme C40 kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey kepada Pramono Anung. Program tersebut merupakan inisiatif strategis yang didanai Pemerintah Inggris dan telah memberikan pendampingan teknis sejak 2022 hingga 2025 untuk memperkuat ketahanan iklim perkotaan Jakarta.
Pramono mengatakan program UCAP–CAI telah membantu Jakarta beralih dari perencanaan menuju implementasi aksi iklim yang terukur dan inklusif.
“Komitmen ini membuahkan hasil. Jakarta meraih skor A dari CDP selama tiga tahun berturut-turut dan masuk ke dalam 120 kota A-List dunia,” ujar Pramono.
Menurut dia, capaian itu mencerminkan tata kelola iklim Jakarta yang berbasis data dan layak secara investasi.
Pramono menyebut kemitraan UCAP–CAI berperan penting dalam mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Jakarta sebesar 31,89 persen pada 2030 serta pencapaian emisi nol bersih pada 2050.
“Jakarta telah beralih dari perencanaan menjadi aksi nyata, karena tantangan utamanya adalah implementasi di lapangan,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan, program tersebut mencakup penyusunan studi kelayakan kebijakan, pengembangan standar operasional dan pelatihan bangunan gedung hijau, hingga penyusunan peta jalan Net Zero Carbon Building.
Selain itu, kata dia, UCAP–CAI juga memperkuat kapasitas institusional melalui pelatihan bagi lebih dari 700 pemangku kepentingan serta aparatur pemerintah daerah.
Di bidang tata kelola berbasis data, lanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan Sistem Manajemen Data Energi serta melakukan desain ulang Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca Daerah untuk mendukung pelacakan emisi yang lebih akurat dan mendekati waktu nyata.
Terkait peluncuran Pergub Nomor 5 Tahun 2026, Pramono menyatakan regulasi tersebut menjadi kerangka hukum penting untuk menegakkan standar keberlanjutan di Jakarta.
“Sektor bangunan menyumbang hampir 60 persen dari total emisi gas rumah kaca di Jakarta. Peraturan ini merupakan bagian penting dari transisi menuju kota rendah karbon,” tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Inggris Dominic Jermey mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Inggris dan Jakarta.
“Peluncuran Peraturan Gubernur tentang Efisiensi Energi dan Air hari ini menunjukkan kepemimpinan Jakarta dalam aksi iklim serta memberikan peta jalan yang jelas menuju masa depan perkotaan yang lebih berkelanjutan,” kata Dominic.
Dia menambahkan, dukungan Pemerintah Inggris melalui berbagai inisiatif, termasuk UK PACT, pengembangan zona emisi rendah, dan peningkatan kinerja energi fasilitas publik, akan terus berlanjut.
“Kami bangga atas capaian yang telah kita lakukan bersama dan siap berkolaborasi dengan Jakarta ke depannya,” ujarnya.
