Airlangga: Realisasi Komitmen Pendanaan Proyek JETP Capai Rp57 Triliun

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 06 Februari 2026 | 17:12 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (SinPo.id/ Dok. Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (SinPo.id/ Dok. Ekon)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) Indonesia sebesar US$21,4 miliar atau Rp361 triliun, telah direalisasikan sekitar US$3,4 miliar atau Rp57,43 triliun per Januari 2026. 

"Hal ini mencerminkan kemajuan nyata dari komitmen yang telah disepakati bersama mitra internasional," kata Airlangga  dalam Seremoni Pencapaian Proyek JETP Tahun 2026 di Jakarta, dikutip, Jumat, 6 Februari 2026.

Dalam seremoni tersebut juga telah disampaikan penambahan komitmen US$400 juta, sehingga total pendanaan JETP Indonesia mencapai sekitar US$21,8 miliar.

Seremoni dilanjutkan dengan penandatanganan dan capaian dua program unggulan JETP yang didukung Pemerintah Jerman, yaitu Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). 

Program GECS difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik guna mendukung integrasi energi terbarukan skala besar, sementara GBDF bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan di Indonesia.

Program GECS memperoleh dukungan pembiayaan pinjaman konsesional senilai EUR300 juta melalui kerja sama antara PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank. Program ini menjadi sangat penting mengingat Sulawesi tengah berkembang sebagai pusat pertumbuhan utama industri, termasuk kawasan pengolahan nikel dan mineral, smelter, serta ekosistem industri kendaraan listrik.

Sementara itu, GBDF merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini berperan penting dalam memperkuat ekosistem pembiayaan hijau Indonesia melalui pengembangan pasar obligasi hijau dan berkelanjutan, peningkatan kualitas dan kredibilitas penerbitan, serta penguatan kesadaran dan infrastruktur pasar untuk memperluas permintaan dan pasokan investasi berkelanjutan.

"Kedua program ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman, yang mencerminkan kemitraan strategis yang kuat serta kepercayaan bersama dalam mendorong transisi energi yang berkelanjutan," ujarnya. 

Airlangga memastikan, komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi dan pembangunan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Kolaborasi internasional, penguatan tata kelola, serta percepatan implementasi proyek menjadi kunci untuk memastikan komitmen transisi energi dapat diwujudkan secara nyata dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

"Semoga kerja sama ini terus menghasilkan proyek-proyek nyata yang memperkuat sistem energi Indonesia, memobilisasi investasi hijau, serta mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. Percepatan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar ketersediaan pembiayaan JETP dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai target net zero emission paling lambat tahun 2060," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI