Chusnunia Dorong Pemberdayaan Peternak Lokal untuk Penuhi Kebutuhan Susu Nasional

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 06 Februari 2026 | 16:31 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. Istimewa
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim. Istimewa

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Nunik) meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pemberdayaan peternak lokal agar mampu berproduksi secara profesional guna memenuhi standar industri dan kebutuhan susu nasional.

Dia mengatakan industri pengolahan susu nasional juga kini menghadapi berbagai tantangan struktural, mulai dari keterbatasan pasokan susu segar dalam negeri, ketergantungan pada bahan baku impor, fluktuasi harga global, hingga produktivitas peternak sapi perah rakyat yang masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, pemberdayaan peternak lokal menjadi penting agar kualitas susu yang dihasilkan peternak rakyat dapat sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan.

Legislator dari Fraksi PKB ini juga memberi perhatian terhadap kemampuan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan di lapangan. Terlebih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menekankan pentingnya keberadaan industri pengolahan susu yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Selain itu, data menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 16,6 liter per kapita per tahun, jauh tertinggal dari standar Food and Agriculture Organization (FAO) sebesar 30 liter per kapita per tahun.

"Kalau kebutuhannya mencapai 66 juta sementara produksi hanya 20 juta, berarti ada sekitar 40 juta kekurangan yang harus dipenuhi," kata Nunik dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, Ketua DPW PKB Lampung ini juga mengatakan bahwa program MBG sendiri menempatkan produk susu sebagai bagian dari ekosistem pangan bernutrisi yang membutuhkan dukungan industri dengan kapasitas produksi memadai, standar mutu yang tinggi, serta rantai pasok yang stabil dan terintegrasi dengan sumber bahan baku dalam negeri.

Nunik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri agar pengembangan industri susu nasional berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan peternak dalam negeri.

"Fakta masih adanya kesenjangan antara permintaan dan produksi susu nasional harus  dapat dimanfaatkan untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi peternak lokal," katanya.

Sebelumnya, Komisi VII DPR RI menggelar kunjungan kerja spesifik ke PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Jawa Barat pada Kamis, 6 Februari 2026. Kunjungan ini guna meninjau langsung kemampuan industri susu nasional dalam memenuhi kebutuhan di lapangan.

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI