Komisi VII DPR Sebut Industri Susu Miliki Peran Strategis dalam Program MBG

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 06 Februari 2026 | 10:46 WIB
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (SinPo.id/Dok. DPR RI)
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (SinPo.id/Dok. DPR RI)

SinPo.id - Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya industri susu nasional dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Padahal, seluruh komponen pendukung MBG harus dipastikan terpenuhi, terutama susu yang merupakan salah satu sumber gizi penting bagi anak-anak.

“Susu adalah salah satu makanan bergizi yang dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak kita. Karena itu, ini tidak boleh dilupakan dan ditinggalkan,” kata Saleh, dalam keterangan persnya, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.

Namun menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara kebutuhan dan ketersediaan susu nasional, dan ia meminta agar kekurangan tersebut dapat segera dipenuhi dan dikejar oleh pemerintah.

Terlebih, Program MBG menempatkan produk susu sebagai bagian dari ekosistem pangan bernutrisi yang membutuhkan dukungan industri dengan kapasitas produksi memadai, standar mutu yang tinggi, serta rantai pasok yang stabil dan terintegrasi dengan sumber bahan baku dalam negeri.

Keterbatasan pasokan tersebut berdampak langsung pada rendahnya frekuensi konsumsi susu anak. Sehingga anak-anak Indonesia saat ini diperkirakan belum mengonsumsi susu setiap hari, dan baru sekitar tiga kali dalam seminggu.

Oleh sebab itu, Saleh menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme peternak lokal. Karena masih banyak susu hasil peternak yang belum memenuhi standar industri, sehingga tidak dapat terserap optimal oleh perusahaan pengolahan.

“Ini menjadi tugas pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk memberikan pendidikan dan edukasi agar peternak kita bisa lebih profesional,” ungkapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI