Global Sumud Flotilla Umumkan Misi Baru yang Lebih Besar untuk Gaza
SinPo.id - Global Sumud Flotilla, yang merupakan penyelenggara armada bantuan menuju Gaza yang disita Israel di laut tahun lalu, mengatakan tentang rencana mereka untuk melakukan misi baru yang lebih besar bulan depan.
Mereka mengumumkan akan mengirimkan lebih dari 100 kapal yang membawa hingga 1.000 aktivis, termasuk tenaga medis dan penyelidik kejahatan perang, ke Gaza pada bulan Maret mendatang.
Pengumuman tersebut disampaikan setelah para aktivis melakukan pertemuan di yayasan mendiang pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela di Johannesburg. Menurut para aktivis misi tersebut merupakan mobilisasi terbesar yang pernah dilakukan oleh warga sipil untuk melawan tindakan Israel di Gaza.
“Ini adalah perjuangan bagi mereka yang ingin bangkit dan membela keadilan dan martabat untuk semua,” kata cucu Mandela, Mandla Mandela, yang termasuk di antara para aktivis yang ditangkap oleh Israel selama perjalanan tahun lalu. Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 6 Februari 2026.
"Armada (kapal) tersebut akan didukung oleh konvoi darat melintasi negara-negara Arab terdekat, yang diharapkan akan menarik ribuan pendukung lagi," imbuhnya.
Meskipun para aktivis telah mengantisipasi upaya Israel untuk menghentikan perjalanan mereka, mereka mengatakan bahwa hukum internasional berada di pihak mereka, dan perjalanan mereka akan menarik perhatian dunia.
“Kami mungkin belum mencapai Gaza secara fisik tetapi kami telah menjangka orang-orang di Gaza. Mereka tahu bahwa kami peduli, bahwa kami tidak akan berhenti sampai kami benar-benar mematahkan pengepungan," kata salah satu aktivis, Susan Abdallah.
Diketahui, pada Oktober lalu, militer Israel mencegat sekitar 40 kapal dari Armada Global Sumud Flotilla saat mereka membawa bantuan ke Gaza dan menangkap lebih dari 450 orang, termasuk Mandela, aktivis Swedia Greta Thunberg, dan anggota Parlemen Eropa Rima Hassan.
Beberapa tahanan mengklaim mengalami pelecehan fisik dan psikologis saat berada dalam tahanan Israel, dan para pejabat Israel terus mengecam upaya Global Sumud Flotilla untuk mematahkan blokade Israel.
