DPR: Kuatkan Kewaspadaan Nasional Terhadap Virus Nipah

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 05 Februari 2026 | 21:47 WIB
Ilustrasi kelelawar buah sebagai sumber sumber virus Nipah (SinPo.id/ Dok. vietnam.vn)
Ilustrasi kelelawar buah sebagai sumber sumber virus Nipah (SinPo.id/ Dok. vietnam.vn)

SinPo.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan pentingnya penguatan kewaspadaan nasional dan langkah antisipatif terhadap potensi penularan Virus Nipah, yang mulai menyebar di sejumlah negara.

Virus Nipah sendiri menular dari hewan ke manusia, dan penularan ke manusia dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, peradangan otak, hingga koma.

Meskipun kasus Virus Nipah belum terkonfirmasi di Indonesia, kewaspadaan tetap harus diperkuat mengingat karakter virus yang bersifat zoonotik dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. 

Namun pihaknya juga mengapresiasi diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang kewaspadaan terhadap Virus Nipah yang mengatur pengetatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional, alat angkut, serta barang dari luar negeri, khususnya dari negara terdampak.

Selain itu, Netty pentingnya penguatan surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan, agar gejala yang menyerupai infeksi Virus Nipah dapat terdeteksi sejak dini.

“Indonesia memiliki tingkat interaksi manusia dan satwa liar yang tinggi, termasuk keberadaan kelelawar sebagai reservoir alami virus," kata Netty, dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

"Pendekatan one health menjadi sangat relevan. Pengawasan lalu lintas hewan, edukasi masyarakat, serta perlindungan ekosistem harus menjadi bagian dari strategi pencegahan," imbuhnya.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat edukasi publik terkait langkah-langkah pencegahan sederhana namun krusial, seperti keamanan konsumsi pangan, terutama produk hewani secara benar, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Edukasi ini penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat tanpa menimbulkan stigma maupun ketakutan berlebihan,” katanya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI