Hadapi Bonus Demografi, Legislator Tegaskan Pentingnya Penguatan Pembangunan Kepemudaan

Laporan: Galuh Ratnatika
Kamis, 05 Februari 2026 | 10:55 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Ashar/SinPo.id)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menegaskan pentingnya penguatan pembangunan kepemudaan sebagai langkah strategis menghadapi bonus demografi yang terjadi di Indonesia.

Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk usia muda dibandingkan kelompok usia lanjut merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi pembangunan nasional. Sehingga perlu adanya kebijakan kepemudaan yang lebih terarah, berkelanjutan, serta didukung oleh sinergi lintas sektor.

"Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami di Komisi X DPR RI untuk lebih serius mendorong pembangunan di sektor kepemudaan,” kata Kurniasih, dalam keteranhan persnya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa besarnya jumlah pemuda harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, mengingat masih banyaknya tantangan di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

Antara lain rendahnya partisipasi pendidikan tinggi, tingginya angka pengangguran terbuka pada lulusan SMA dan perguruan tinggi, serta persentase pemuda yang tidak bekerja, tidak bersekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.

“Isu utama yang disampaikan pemuda saat ini adalah pendidikan dan lapangan kerja. Hal ini menandakan bahwa pembangunan kepemudaan tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus melibatkan kementerian dan lembaga terkait, serta dunia industri,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Kurniasih mendorong agar kebijakan dan penganggaran kepemudaan tidak hanya bertumpu pada Kementerian Pemuda dan Olahraga, melainkan disinergikan secara lintas sektor, termasuk dengan kementerian yang membidangi pendidikan, ketenagakerjaan, perindustrian, dan ekonomi kreatif.

“Pembangunan kepemudaan harus terus diperkuat agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan bagi Indonesia, bukan justru menjadi beban di masa depan,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI