Jakarta dan Banten Teken MoU Studi MRT Rute Kembangan-Balaraja

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33 WIB
Penandatanganan MoU studi potensi kontribusi pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Penandatanganan MoU studi potensi kontribusi pembangunan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) studi potensi kontribusi pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. 

Kerja sama ini menandai penguatan kolaborasi lintas daerah untuk mengatasi persoalan mobilitas kawasan metropolitan.

Pramono mengatakan kerja sama antarpemerintah daerah menjadi kunci dalam menjawab tantangan kemacetan dan konektivitas lintas wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

“Hari ini, kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT,” ujar Pramono.

Dia menjelaskan, nota kesepahaman tersebut mencakup pengembangan MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja yang melibatkan PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang direncanakan. 

Menurut Pramono, pengembangan ini diharapkan memperluas jangkauan layanan transportasi publik serta memperkuat sistem aglomerasi.

Dengan terhubungnya koridor utara–selatan hingga Kota Tua dan barat–timur sampai Balaraja, Pramono menilai sistem transportasi Jakarta dan Banten akan semakin terintegrasi. 

“Jakarta dan Banten merupakan satu kesatuan kawasan metropolitan. Penyelesaian persoalan transportasi, lingkungan, dan pelayanan publik tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri,” kata dia. 

Pramono menambahkan, MoU tersebut diharapkan mendorong terwujudnya layanan transportasi publik yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

“Jika apa yang ditandatangani hari ini dapat terwujud, ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan,” ujarnya. 

Dia meyakini kerja sama tersebut akan memberikan manfaat besar serta memperkuat ekosistem ekonomi kawasan metropolitan Jakarta–Banten.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melibatkan Banten dalam pengembangan transportasi massal lintas wilayah. Menurut dia, ketergantungan Jakarta dan Banten dalam sistem mobilitas tidak bisa dihindari. 

“Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama,” kata Andra.

Andra berharap hasil studi pengembangan MRT Kembangan–Balaraja menunjukkan potensi yang layak untuk dikembangkan bersama agar manfaat transportasi massal dapat dirasakan masyarakat Banten. 

“Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten,” tandasnya. 

Adapun penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat bersama sejumlah pengembang. Kerja sama ini disebut sebagai langkah awal menuju penguatan sistem transportasi publik berkelanjutan. Hingga 2025, jumlah pelanggan MRT Jakarta tercatat mencapai 46,5 juta orang, dengan target 50 juta pelanggan pada 2026.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI