Dinkes DKI Siagakan Seluruh Faskes untuk Hadapi Cuaca Ekstrem
SinPo.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota. Kesiapsiagaan ini difokuskan pada penguatan tim kegawatdaruratan di puskesmas dan rumah sakit.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, peningkatan curah hujan yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan berisiko mengganggu mobilitas masyarakat dan akses ke layanan kesehatan.
Karena itu, kata dia, seluruh pimpinan fasilitas kesehatan diminta memastikan kesiapan tim medis setiap saat.
“Saya menekankan semua pimpinan faskes untuk selalu menyiagakan tim kegawatdaruratannya,” kata Ani, Rabu, 4 Februari 2026.
Adapun berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan potensi hujan lebat masih akan berlangsung. Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya meningkatkan risiko banjir dan genangan, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan jumlah pasien.
Menurut Ani, situasi banjir kerap diikuti munculnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat dan air tercemar. Hal ini, kata dia, menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi peningkatan kebutuhan layanan medis, termasuk penanganan kasus infeksi.
“Risiko penyakit biasanya ikut meningkat saat banjir,” tutur dia.
Dia juga menyampaikan, tenaga kesehatan perlu memiliki kemampuan manajemen kebencanaan agar dapat bekerja secara efektif dalam situasi darurat. Kompetensi tersebut, kata Ani, penting agar petugas tidak hanya mampu memberikan pertolongan kepada masyarakat, tetapi juga menjaga keselamatan diri.
“Tenaga kesehatan akan menjadi garda terdepan bersama BPBD. Kalau tidak siap, mereka justru bisa menjadi korban,” ujar Ani.
Lebih jauh, Ani mengungkapkan, dalam kondisi bencana faskes juga berpotensi menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Dia menyebut, jam kerja tenaga medis cenderung memanjang, sementara sebagian petugas bisa terkendala akses menuju tempat kerja akibat banjir.
"Pengelolaan sumber daya manusia menjadi aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan," imbuhnya.

