Menkop: Selain Pemeran Inacraft, Kopdes Siap Pasarkan Produk Kerajinan Womenpreneur

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 04 Februari 2026 | 18:13 WIB
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono. (SinPo.id/dok. Kemenkop)

SinPo.id - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menilai, ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026, merupakan momentum unjuk gigi bahwa produk kriya Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk global. Sebab, pameran ini membuka ruang kolaborasi lebih lebar antara pemerintah, pengusaha khususnya perempuan untuk mendukung produk kriya perempuan bisa menembus pasar global.

"Kami di Kementerian Koperasi siap mendukung koperasi-koperasi dari pengusaha-pengusaha, womenpreneur dan Inacraft. Ini ajang yang paling keren, dan banyak diikuti oleh peserta maupun pengunjung," kata Ferry usai menghadiri pembukaan Inacraft 2026 di JCC, Jakarta, Rabu, 4 Januari 2026. 

Pameran yang digelar pada 4-8 Februari 2026 ini menampilkan ribuan produk kriya, mulai dari batik, tenun, anyaman, hingga kerajinan kayu. Kehadiran womenpreneur menjadi daya tarik tersendiri karena menegaskan peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis desa.

Ferry mengaitkan dukungan 
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih terhadap karya-karya itu, kini memiliki jalur pemasaran yang lebih luas dan terstruktur.

Karena, keberadaan Kopdes siap menampung dan membantu memasarkan produk-produk kerajinan agar tidak hanya berhenti di pameran saja. Dengan jaringan gerai ritel yang luas, Kopdes dapat menjembatani womenpreneur dapat bertemu dengan konsumen hingga ke pelosok desa.

"Kita mempersilahkan produk-produk dari Inacraft ini juga dijual di koperasi-koperasi, termasuk di koperasi desa kelurahan merah putih. Justru itu yang bagus," ucapnya.

 Ferry mendorong, pemberdayaan masyarakat, khususnya para pengusaha perempuan (womenpreneur), perlu ditingkatkan. Sebab, perannya terhadap perputaran ekonomi cukup signifikan.

Oleh karena itu, produk kriya dan kerajinan dari pengusaha perempuan harus mendapat ruang pemasaran yang berkelanjutan termasuk melalui Kopdes Merah Putih.

Kehadiran koperasi juga memberi kepastian bagi womenpreneur untuk terus berproduksi. Dengan adanya jalur distribusi yang jelas, mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka lapangan kerja baru di desa.

"Kami di Kementerian Koperasi siap untuk membantu, mendorong, supaya Womenpreneur ini juga bisa punya badan usaha yaitu koperasi," kata Menkop.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI