Komisi X DPR Dorong Reformasi Tata Kelola dan Prestasi Olahraga Dipercepat
SinPo.id - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan komitmen Lagialatif dalam mendorong penguatan tata kelola dan peningkatan prestasi olahraga nasional.
Demikian ditegaskan Hetifah usai Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, beberapa waktu lalu.
Rapat tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tahun Anggaran 2025 serta pembahasan arah kebijakan strategis keolahragaan dan kepemudaan tahun 2026.
Hetifah menyampaikan apresiasi atas capaian Kemenpora sepanjang 2025, termasuk realisasi anggaran yang mencapai 96,74 persen serta keberhasilan penyelenggaraan agenda strategis nasional dan internasional.
"Prestasi Indonesia pada SEA Games 2025 Thailand dengan raihan 91 medali emas dan ASEAN Para Games dengan 135 medali emas menunjukkan hasil nyata dari kerja keras pembinaan atlet nasional," kata Hetifah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Tak hanya itu, Hetifah menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak signifikan terhadap penguatan sports tourism dan perekonomian daerah maupun nasional dengan pelibatan ratusan UMKM.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menyampaikan Komisi X DPR RI mencatat arah baru pembangunan olahraga nasional yang lebih terukur dan berorientasi hasil, sebagaimana dipaparkan Menpora Erick Thohir.
Pemerintah tengah memfokuskan pembinaan pada 21 cabang olahraga unggulan yang disiapkan secara khusus menuju Olimpiade Los Angeles 2028, Asian Games 2026, dan agenda multievent internasional lainnya.
Pembinaan dilakukan melalui penguatan pelatnas, sport science, nutrisi, serta dukungan pendanaan berbasis kinerja. Selain itu, pemerintah menyiapkan skema beasiswa keolahragaan melalui LPDP bagi atlet, pelatih, dan manajemen olahraga sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia olahraga nasional.
Di sisi lain, pengembangan olahraga tidak hanya diarahkan pada prestasi, tetapi juga pada penguatan industri olahraga dan peningkatan partisipasi masyarakat. Menpora memaparkan penguatan sports tourism melalui event internasional, standardisasi produk olahraga nasional, serta pemanfaatan aset daerah untuk mendorong ekosistem industri olahraga dan UMKM.
Program olahraga masyarakat seperti optimalisasi Car Free Day nasional juga menjadi prioritas untuk meningkatkan tingkat partisipasi olahraga publik, sekaligus mendukung target pembangunan kebugaran nasional jangka menengah.
Hetifah menekankan pentingnya percepatan reformasi tata kelola keolahragaan, termasuk penyederhanaan regulasi melalui pendekatan omnibus, penyelesaian sengketa kepengurusan cabang olahraga secara musyawarah dengan mengutamakan perlindungan atlet, serta penguatan manajemen talenta nasional sejak usia dini.
Komisi X DPR RI juga mendorong fokus pembinaan pada 21 cabang olahraga unggulan sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Selain prestasi olahraga, Komisi X DPR RI menaruh perhatian pada keberlanjutan kesejahteraan atlet.
"Pembangunan sistem jaminan masa depan atlet, penguatan sport science, serta peningkatan partisipasi olahraga masyarakat melalui optimalisasi program Car Free Day nasional menjadi agenda penting yang harus dijalankan secara konsisten," kata Hetifah.
Di bidang kepemudaan, Hetifah menegaskan dukungan DPR RI terhadap program pembinaan karakter dan kepemimpinan pemuda melalui Youth Camp tematik, lomba debat dan pidato, serta penyelenggaraan Indonesia Youth Summit sebagai bagian dari konsolidasi gagasan menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda 2028.
Komisi X DPR RI, kata Hetifah, akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh program dan anggaran Kemenpora tahun 2026 dilaksanakan secara terukur, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga serta kesejahteraan atlet dan pemuda Indonesia.

