IHSG Rebound ke 8.122, Berpotensi Konsolidasi: Semua Sektor Hijau, Asing Masih Net Sell
SinPo.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dan ditutup menguat 199,87 poin atau 2,52% ke level 8.122,6 pada perdagangan Selasa 3 Februari 2026, setelah sempat dibuka melemah. Kenaikan ini didorong oleh penguatan bursa Asia, rebound harga komoditas, serta optimisme atas langkah reformasi pasar modal Indonesia pasca pertemuan otoritas dengan MSCI.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal IHSG membentuk Golden Cross pada Stochastic RSI di area oversold dan sempat menembus MA200 sebelum akhirnya ditutup di atas level psikologis 8.000. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7.950–8.400 pada perdagangan Rabu (4/2/2026).
Seluruh sektor saham mencatatkan kenaikan, dengan sektor barang baku memimpin lonjakan 6,52%, disusul sektor industri 5,42% dan teknologi 4,91%. Rupiah juga ikut menguat ke Rp 16.754 per dolar AS di pasar spot.
Meski IHSG melonjak, investor asing mencatat net sell Rp 834,07 miliar. Saham dengan net sell terbesar adalah BMRI (Rp 311,9 miliar), BBCA (Rp 256,5 miliar), dan ANTM (Rp 198,9 miliar). Sebaliknya, saham dengan net buy terbesar adalah BUMI (Rp 199,9 miliar), DEWA (Rp 115,3 miliar), dan RAJA (Rp 90,4 miliar).
Top gainers LQ45 tercatat BUMI (+20%), SCMA (+17,76%), dan INKP (+10,06%). Sedangkan top losers LQ45 adalah SMGR (-1,55%), TLKM (-1,43%), dan BREN (-1,20%). Total transaksi mencapai Rp 29,35 triliun dengan volume 61,1 miliar saham.
Dari sisi global, mayoritas indeks Asia ditutup menguat dipicu kesepakatan dagang AS–India. Kospi memimpin penguatan, sementara Nikkei melonjak 3,92%. Investor juga menanti rilis data inflasi Eropa Januari 2026 yang diperkirakan melambat ke 1,8% YoY, serta ISM Service PMI AS yang diprediksi stabil di level 54,3.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASII, ICBP, MAPI, CUAN, dan MDKA untuk trading pada Rabu (4/2/2026).
