Legislator PDIP Nilai Ada Anomali dari Klaim Transaksi Judol 2025 Turun
SinPo.id - Anggota Komisi III DPR RI I Wayan Sudirta mengkritik pernyataan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana yang mengeklaim angka transaksi judi online (judol) di Indonesia tahun 2025 menurun.
"Jangan-jangan di PPATK ada kekurangan sumber daya sehingga tidak mampu menjangkau kegiatan judi online, karena ada anomali," kata Wayan dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama PPATK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini menilai klaim tersebut berbanding terbalik dengan meningkatnya transaksi judi online di tingkat internasional.
"Di forum-forum nasional, judi online ini semakin marak, di Indonesia menurun. Kalau jawabannya bagus ya berarti memang kerja-kerja PPATK tentang judi online gak bisa dianggap enteng," timpalnya.
Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan bahwa pihaknya berhasil menekan transaksi judi online sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
"Bahwa tahun 2025 adalah sejarah baru dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait dengan judi online," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR.
Dia menjelaskan perputaran dana judi online di 2025 mencapai Rp286,84 triliun dengan 422,1 juta transaksi. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp359,81 triliun.

