Ketua DPRD DKI Dorong Dialog Warga di Tengah Polemik RDF Rorotan

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:41 WIB
Ilustrasi. RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Ilustrasi. RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menilai polemik pengoperasian RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara harus ditempatkan dalam konteks krisis sampah yang semakin mendesak di Ibu Kota. 

Dia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk warga sekitar, untuk terlibat dalam dialog terbuka guna mencari jalan keluar.

“Persoalan sampah ini tidak bisa ditunda-tunda. Kalau ada keberatan dari masyarakat, tentu harus kita dengarkan, tapi solusinya juga harus memikirkan kepentingan Jakarta secara keseluruhan,” ujar Khoirudin dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Februari 2026.

Khoirudin menegaskan, fasilitas pengolahan sampah berbasis refuse derived fuel (RDF) itu dibangun dengan anggaran besar dan dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengurangan beban sampah. 

"Setiap hari, Jakarta memproduksi lebih dari 8 ribu ton sampah, sementara kapasitas pengolahan masih terbatas," ungkap dia. 

Menurut dia, penghentian atau penundaan operasional tanpa alternatif yang jelas justru berpotensi memperparah persoalan lingkungan. 

“Kita sudah mengalokasikan dana publik yang tidak sedikit. Artinya, negara hadir untuk menyelesaikan masalah sampah, bukan menambah masalah baru,” kata Khoirudin. 

Kendati demikian, Khoirudin menyatakan DPRD DKI akan mendorong pemerintah provinsi untuk kembali berkomunikasi dengan warga sekitar RDF Rorotan. Dia menilai keterbukaan informasi dan evaluasi teknis perlu dilakukan agar kekhawatiran masyarakat dapat dijawab secara objektif.

“Semua fasilitas publik pasti punya dampak. Tugas kita memastikan dampak itu bisa dikendalikan dan masyarakat tidak dirugikan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI