Presiden Prabowo Minta Kepala Daerah Lindungi Situs Sejarah dari Alih Fungsi

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 02 Februari 2026 | 14:13 WIB
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (SinPo.id/YouTube Setpres)

SinPo.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya bangsa Indonesia untuk selalu mengingat sejarah perjuangan para pendahulu. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

"Karena sejarah kita, karena kita pernah dijajah, karena kita pernah mengalami pemerintahan penjajahan yang impresialis dan rasialis, bahwa kita, rakyat kita, pribumi kita pernah dianggap lebih rendah daripada anjing," kata Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya pelestarian situs-situs sejarah. Ia mencontohkan prasasti yang ada pada tahun 1978 di kolam renang Manggarai yang saat itu masih ada, namun kini kemungkinan sudah dibongkar.

"Saya lihat satu prasasti tahun 1978. Dua puluh tiga tahun setelah kemerdekaan masih ada prasasti di kolam renang Manggarai saat itu, sayang, mungkin dibongkar," ujarnya.

Presiden Prabowo menekankan agar kepala daerah memperhatikan dan menjaga situs-situs sejarah penting, seperti stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo saat Pertempuran 10 November maupun situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit, beberapa di antaranya kini sudah beralih fungsi menjadi pabrik.

"Kadang-kadang kita tidak menghargai sejarah kita. Situs-situs sejarah dibongkar, ini para kepala daerah harus memikirkan. Saya mau tanya, di mana stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo pada pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa sudah menjadi pabrik," jelasnya.

Presiden juga mengingatkan peran pemerintah dan kepala daerah terdahulu dalam membangun Indonesia hingga hari ini.

"Presiden dengan pemerintahan, dengan para gubernur, para bupati yang terdahulu, terdahulu. Semuanya telah menyumbang, semuanya telah berkontribusi terhadap kehadiran kita hari ini," katanya.

Lebih jauh, Prabowo menekankan pentingnya persatuan di tengah perbedaan suku, ras, agama, dan aliran politik. Menurutnya, keberagaman bukan halangan, melainkan kekuatan Indonesia sebagai satu keluarga besar.

"Ini saya tidak mengatakan ini sebagai sesuatu kata-kata indah. Karena itu, saya selalu mengajak, apa pun perbedaan kita, karena kita pasti berbeda, kita berbeda suku, kita berbeda ras, kita berbeda agama, kita berbeda aliran pemikiran politik. Tapi kita adalah satu keluarga besar, Indonesia," ungkapnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI