Airlangga: Pemerintah Perkuat Integritas Pasar Modal untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:19 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (SinPo.id/dok. Ekon)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (SinPo.id/dok. Ekon)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat integritas pasar modal nasional. Hal ini sebagai upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

"Kondisi makro ekonomi kita kuat. Pertumbuhan ekonomi masih di 5,04 (persen) di kuartal ketiga, tingkat inflasi masih dalam rentang sesuai APBN, kondisi cadangan devisa kita sampai Desember masih kuat, setara dengan 6,2 bulan impor yaitu US$156,5 miliar," kata Airlangga dalam keterangannya, Minggu, 1 Februari 2026. 

Airlangga menyampaikan, upaya yang dilakukan pemerintah ini penting di tengah dinamika global yang penuh tantangan, serta untuk memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan terjaga. 

Dia memaparkan, saat ini defisit fiskal Indonesia masih terjaga di batas 3 persen, dengan pertumbuhan kredit masih 9,6 persen, serta dana pihak ketiga masih double digit 13,83 (persen). 

"Dari segi permodalan kuat, capital adequacy ratio masih di 25,87 persen. Rasio hutang terhadap PDB masih di bawah batas 60 persen," ujarnya.

Ia menerangkan, untuk penataan pasar modal, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan reformasi integritas pasar modal. 

Arahan tersebut mencakup reformasi struktural pasar modal melalui demutualisasi bursa, peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen sesuai standar global, serta pengetatan aturan transparansi beneficial ownership dan kejelasan afiliasi pemegang saham.

"Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan pasar modal yang lebih transparan, likuid, dan berintegritas, serta sejajar dengan bursa modern internasional," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI