BEI dan OJK Gelar Pertemuan Daring dengan MSCI, Bahas Reformasi Pasar Modal
SinPo.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan menggelar pertemuan daring dengan perwakilan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin 2 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal Indonesia yang tengah dipersiapkan menuju tenggat waktu Mei 2026.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik akan mewakili BEI dalam pertemuan tersebut, didampingi perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketemu dengan petinggi MSCI. Dari OJK juga akan ikut,” ujar Jeffrey dalam wawancara di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu.
Jeffrey menegaskan, BEI bersama OJK akan menyampaikan komitmen Indonesia untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal. “Kita akan meyakinkan kepada indeks provider global, bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi memastikan pertemuan tetap berjalan sesuai rencana meski terjadi pergantian kepemimpinan di BEI. Ia menargetkan reformasi pasar modal Indonesia dapat rampung sebelum Mei 2026, sesuai tenggat waktu yang diberikan MSCI.
Agenda reformasi pasar modal Indonesia mencakup beberapa poin penting:
Transparansi kepemilikan saham emiten, khususnya di bawah 5 persen.
Peningkatan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen, berlaku bagi emiten baru maupun yang sudah tercatat, dengan target Februari 2026.
Percepatan proses demutualisasi BEI, dengan regulasi terkait ditargetkan terbit pada kuartal I 2026.
Pertemuan dengan MSCI menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan keseriusan dalam memperkuat tata kelola pasar modal dan meningkatkan daya saing di tingkat global.
