Prakiraan Cuaca Jakarta 1 Februari 2026: Awal Februari Masih Diguyur Hujan Ringan

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 01 Februari 2026 | 04:28 WIB
Genangan air di sekitaran pintu air arah Cengkareng Jakbar (SinPo.id/TMCPoldaMetro)
Genangan air di sekitaran pintu air arah Cengkareng Jakbar (SinPo.id/TMCPoldaMetro)

SinPo.id -  Cuaca hujan masih akan mewarnai aktivitas warga Jakarta pada awal Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan ringan pada Minggu 1 Februari 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, hujan diprediksi turun merata di enam wilayah administrasi Jakarta, meski dengan intensitas ringan. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap dampak lanjutan, terutama kondisi jalan licin dan potensi gangguan aktivitas luar ruang.

BMKG mengingatkan warga untuk membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau di dekat tiang listrik, khususnya saat hujan disertai petir. Pengendara kendaraan bermotor diimbau lebih berhati-hati karena jalan basah berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu, 1 Februari 2026

Berikut rincian prakiraan cuaca di wilayah DKI Jakarta berdasarkan data BMKG:

Kepulauan Seribu
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 25–28 °C
Kelembapan: 78–86 persen

Jakarta Pusat
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 23–28 °C
Kelembapan: 74–96 persen

Jakarta Utara
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 23–28 °C
Kelembapan: 77–94 persen

Jakarta Barat
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 23–29 °C
Kelembapan: 73–96 persen

Jakarta Selatan
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 23–29 °C
Kelembapan: 74–96 persen

Jakarta Timur
Cuaca: Hujan ringan
Suhu: 22–29 °C
Kelembapan: 74–97 persen

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selain prakiraan harian Jakarta, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku pada Minggu, 1 Februari 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, masuk dalam kategori waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai angin kencang.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari wilayah Asia ke Indonesia. Fenomena tersebut diperkuat oleh konvergensi angin, Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS), serta sisa pengaruh pusat tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia.

Kombinasi faktor tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memperbesar risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk:

Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG

Menghindari aktivitas luar ruang saat cuaca memburuk

Waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan angin kencang

Menyiapkan langkah mitigasi di lingkungan tempat tinggal

BMKG menegaskan informasi cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui sesuai perkembangan dinamika atmosfer. Masyarakat diharapkan tetap waspada agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan aman di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI