IHSG Anjlok, Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Saham

Laporan: Firdausi
Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:53 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak (SinPo.id/Firdausi)
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak (SinPo.id/Firdausi)

SinPo.id - Bareskrim Polri mendalami unsur pidana terkait dugaan adanya manipulasi harga atau saham gorengan menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu.

"Sedang di dalami. Saat ini pun penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan atas beberapa perkara serupa," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Sabtu 31 Januari 2026.

Ade mengatakan, pihaknya juga tengah mendalami beberapa kasus serupa atau manipulasi saham yang diduga dilakukan oleh beberapa perusahaan ternama.

"Yaitu perkara yang menjerat Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, mantan Kepala Unit Evaluasi, dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 Divisi PP1 Bursa Efek Indonesia (BEI), Mugi Bayu," ujarnya.

Ade menyebut, penyidik juga tengah mendalami modus peristiwa manipulasi harga saham anjlok tersebut. "Terkait modus sudah masuk ke teknis dan taktis di area penyelidikan dan penyidikan," terangnya.

Diketahui, IHSG BEI pada Rabu, 28 Januari 2026 melemah tajam akibat aksi panic selling pelaku pasar menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan 
rebalancing saham Indonesia. IHSG saat itu ditutup turun 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,55.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI