Politikus Demokrat Dukung Penguatan Kinerja Pemerintah: Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden
SinPo.id - Politikus Partai Demokrat, Yan Harahap, menyatakan bahwa reshuffle atau perombakan kabinet merupakan hak prerogatif Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Ia menyampaikan, Partai Demokrat berprinsip mendukung penguatan kinerja pemerintahan dan menjaga stabilitas politik nasional.
"Terkait isu reshuffle kabinet, saya melihatnya sebagai bagian dari proses evaluasi yang wajar dalam pemerintahan. Namun saya tegaskan, bahwa reshuffle itu sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden, sehingga tidak elok untuk berspekulasi lebih jauh," kata Yan kepada wartawan pada Sabtu, 31 Januari 2026.
"Partai Demokrat pada prinsipnya mendukung penguatan kinerja pemerintahan dan menjaga stabilitas politik nasional," imbuhnya.
Fokus Partai Demokrat, dia menjelaskan, adalah memastikan agenda-agenda kerakyatan tetap berjalan dengan baik.
Yan bilang, Partai Demokrat akan menghormati dan menyikapi secara dewasa setiap keputusan Prabowo ke depan demi kepentingan bangsa serta negara.
Lebih lanjut, Yan menyatakan kader Demokrat yang mendapat amanah di Kabinet Merah Putih telah bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan fokus menjalankan program pemerintah dan melayani kepentingan masyarakat.
"Tentu selalu ada ruang evaluasi dan perbaikan, tetapi prinsipnya kita menghargai kerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan," kata Sekretaris II Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat itu.
Bagi Demokrat, tambahnya, hal terpenting adalah memastikan kehadiran kader di pemerintahan benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat.
Isu reshuffle belakangan mencuat ke publik. Isu ini berkaitan dengan kosongnya kursi Wamenkeu yang ditinggalkan Thomas Djiwandono usai ia terpilih jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat melempar kode Wamenkeu baru pengganti Thomas akan dilantik pada Februari.
"Saya dengar Februari lah," kata Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
Namun, Mensesneg Prasetyo Hadi mengklaim isu reshuffle masih sebagai gosip belaka. Ia menyebut sejauh ini belum ada niat dari Prabowo untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih.
"Sejauh ini belum, makanya kalau ada isu ya, namanya isu atau gosip ya," kata Pras di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.
