Wamenhaj Ingatkan Petugas Jangan Ada Niat Nebeng Haji

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:43 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak (SinPo.id/Tangkapan layar)
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak (SinPo.id/Tangkapan layar)

SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk meluruskan niat, dengan fokus memberi pelayanan terbaik kepada jemaah ketika di Mekkah dan Madinah. PPIH jangan memanfaatkan posisi untuk menebeng berhaji dan melupakan tanggung jawab utama. 

"Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim," ujar Dahnil di Lapangan Galaxy 1, Halim, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026. 

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini merangkan, sebelumnya, sudah banyak kasus petugas haji menyalahkankan tugas. 

"Kalimat pertama yang selalu kami ingatkan itu, niatkan dulu jadi petugas. Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya petugas haji itu malah minta dilayani, bahkan ngilang," kata Dahnil.

Oleh sebab itu, dengan mengikuti diklat selama 20 hari secara semi-militer, dan 10 hari daring, PPIH diharapkan benar-benar terbangun kedisiplinannya, kekompakan, serta membentuk komando yang terarah. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pola rekrutmen dan pola diklat terhadap petugas haji diubah. 

Pangkalnya, PPIH selama ini hanya diklat paling tiga hari, itu pun sebatas bimbingan teknis. Dan, ini menjadi salah satu yang sering dikritik oleh publik mengenai dedikasi dan disiplin petugas haji. 

"Nah tahun ini, kita pastikan mereka harus full jadi petugas haji," ucapnya.

Petugas haji tahun 2026, lanjut Dahnil, memiliki latar belakang profesi beragam. Mulai dari dokter, dosen, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor. 

Namun, latar belakang identitas tersebut harus mereka tanggalkan saat bertugas melayani tamu-tamu Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT).

"Nah, kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI