Pramono Soroti Padatnya Kapal Nelayan di Muara Angke, Minta Pengaturan Lalu Lintas Laut
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai kepadatan kapal nelayan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, mencerminkan lemahnya pengaturan lalu lintas laut.
Dia meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menertibkan keluar-masuk kapal di kawasan pelabuhan tersebut.
Menurut Pramono, persoalan utama di Muara Angke bukan terletak pada kondisi daratan pelabuhan, melainkan pada manajemen pergerakan kapal.
“Ini soal pengaturan kapal yang keluar dan masuk. Bukan masalah di darat,” kata Pramono, Rabu, 28 Januari 2026.
Pernyataan ini disampaikan Pramono usai beredarnya video kepadatan kapal nelayan di Muara Angke yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah kapal terlihat kesulitan bermanuver karena padatnya antrean di jalur pelabuhan.
Pramono mengatakan telah menonton video tersebut dan menemukan adanya kapal-kapal yang saling menghambat pergerakan. Menurut dia, situasi itu terjadi karena tidak adanya pengaturan yang tegas di lapangan.
“Ada kapal di depan yang tidak segera keluar, sementara yang di belakang juga tertahan. Akhirnya menumpuk,” ungkapnya.
Dia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melibatkan instansi terkait. Pramono meminta Dishub DKI tidak bekerja sendiri, melainkan berkoordinasi dengan KKP yang memiliki kewenangan di sektor kelautan dan pelabuhan perikanan.
“Kami akan minta Dishub dan KKP bekerja bersama agar lalu lintas kapal di Muara Angke bisa lebih tertib,” ujar Pramono.
Pramono berharap penataan lalu lintas laut di Pelabuhan Muara Angke dapat segera dilakukan untuk mencegah kepadatan berulang, sekaligus memastikan aktivitas nelayan tidak terganggu akibat buruknya manajemen pergerakan kapal.

