Pramono: Revitalisasi JPO Bagian dari Komitmen Jakarta Ramah Disabilitas

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 28 Januari 2026 | 21:40 WIB
Pekerja sedang membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang Sarinah (Ashar/SinPo.id)
Pekerja sedang membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang Sarinah (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana merevitalisasi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Tiga JPO yang masuk dalam program tersebut berada di kawasan Sarinah, Kebayoran Lama, dan Senayan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif. 

“Kami ingin memastikan fasilitas publik di Jakarta dapat digunakan oleh semua warga, termasuk penyandang disabilitas,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Pramono menjelaskan, khusus untuk JPO Sarinah, Pemprov DKI akan menambah fasilitas lift di kedua sisi jalan. Menurut dia, keberadaan lift diperlukan untuk memudahkan akses menuju halte Transjakarta yang telah terintegrasi dengan kawasan tersebut.

Selain revitalisasi JPO, Pramono menegaskan fasilitas pelican crossing di kawasan Sarinah tetap akan difungsikan. Dia mengatakan penyeberangan sebidang tersebut tetap dibutuhkan sebagai alternatif akses bagi pejalan kaki.

“Jadi bukan berarti ketika JPO diaktifkan, pelican crossing dihilangkan. Keduanya tetap berjalan untuk memberi pilihan akses yang aman,” tuturnya. 

Dia menambahkan, peningkatan aksesibilitas infrastruktur penyeberangan menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota yang ramah disabilitas dan pejalan kaki. 

"Pemprov DKI akan terus menyesuaikan desain fasilitas publik agar selaras dengan kebutuhan kelompok rentan," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI