DPR Nilai Keterbukaan BGN Penting, Pengawasan MBG Harus Libatkan Masyarakat

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 28 Januari 2026 | 21:24 WIB
Ilustrasi penyiapan ompreng untuk menu MBG (SinPo.id/ Dok. KemenUMKM)
Ilustrasi penyiapan ompreng untuk menu MBG (SinPo.id/ Dok. KemenUMKM)

SinPo.id - Anggota DPR RI Komisi IX, Netty Prasetiyani Aher, mengapresiasi keterbukaan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap partisipasi publik dalam pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, keterbukaan tersebut menunjukkan adanya kesadaran bahwa program berskala nasional ini memerlukan mekanisme pengawasan yang melibatkan banyak pihak.

“Program MBG menyasar jutaan anak di seluruh Indonesia. Dengan cakupan sebesar itu, maka pengawasannya tidak bisa bertumpu pada pemerintah pusat atau satu lembaga saja. Partisipasi masyarakat menjadi elemen penting,” kata Netty, dalam keterangan persnya, Rabu, 28 Januari 2026.

Namun, pihaknya menegaskan, keterbukaan tersebut harus dibarengi dengan sistem tindak lanjut yang jelas dan adil, agar laporan masyarakat benar-benar digunakan untuk perbaikan layanan, bukan sekadar menjadi konsumsi publik tanpa penyelesaian.

Selain itu, kata Netty, kritik dan masukan dari orang tua maupun guru tidak boleh dipersepsikan sebagai gangguan terhadap program. Tetapi harus dipandang sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas gizi, keamanan pangan, dan pemenuhan hak anak.

“Anak adalah penerima manfaat utama. Maka, setiap bentuk pengawasan harus berorientasi pada perlindungan anak, bukan justru menimbulkan dampak negatif bagi mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas pelaksana di lapangan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menjadi kunci keberhasilan MBG.

"Pelaksana perlu dibekali pemahaman bahwa transparansi, akuntabilitas, dan respons terhadap masukan publik merupakan bagian dari tata kelola program yang baik," ungkapnya.

“Program ini adalah investasi jangka panjang bangsa. Karena itu, pengawalan kebijakan harus dilakukan secara konsisten, proporsional, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan,” kata Netty menambahkan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI