Putra Mahkota Saudi Pastikan Tak Izinkan Wilayahnya Jadi Basis Serangan ke Iran

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 05:57 WIB
Iran menyerang pangkalan militer Amerika Setikat (AS) Al Udeid di Qatar. (SinPo.id/Istimewa)
Iran menyerang pangkalan militer Amerika Setikat (AS) Al Udeid di Qatar. (SinPo.id/Istimewa)

SinPo.id -  Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memberikan jaminan langsung kepada Iran bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah maupun ruang udaranya digunakan untuk aksi militer terhadap Teheran. Komitmen ini disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Selasa malam 27 Januari 2026, menegaskan posisi Riyadh dalam mendukung dialog regional.

Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA), bin Salman yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri menegaskan penghormatan Saudi terhadap kedaulatan Iran. Ia menyatakan, “Kerajaan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah atau ruang udara dalam aksi militer terhadap Republik Islam Iran, atau serangan dari pihak manapun, tanpa terkecuali.”

Selain itu, pembicaraan kedua pemimpin juga menekankan pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi. Bin Salman menegaskan dukungan Saudi terhadap segala upaya yang bertujuan memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan. Sikap ini sejalan dengan proses normalisasi hubungan Riyadh–Teheran yang dimediasi Tiongkok pada 2023, setelah bertahun-tahun hubungan kedua negara diwarnai ketegangan.

Pernyataan bin Salman hadir di tengah meningkatnya aktivitas militer di Timur Tengah, termasuk pengerahan armada laut dan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Dengan menegaskan ketidakikutsertaan dalam potensi konflik, Saudi berusaha menunjukkan preferensi pada de-eskalasi serta menjaga otonomi strategisnya. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Riyadh ingin melindungi proses rekonsiliasi diplomatik dengan Iran dari dampak konfrontasi regional.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI