Netanyahu Peringatkan Iran: Serangan Akan Dibalas dengan Kekuatan Belum Pernah Ada

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 05:55 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (SinPo.id/Getty Images)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan kekuatan yang belum pernah dialami sebelumnya. Peringatan itu disampaikan dalam pidato televisi nasional pada Selasa 27 Januari 2026, di mana Netanyahu juga menyinggung upaya pengembalian sandera dari Gaza serta pertemuannya dengan keluarga para sandera.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel telah “memukul Iran dan proksi terornya dengan keras” dan menyebut poros Iran kini berusaha bangkit kembali. Ia menambahkan, jika Iran melakukan agresi, maka “Iran tidak akan kembali seperti sebelumnya.”

Pidato ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, setelah Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 13 Juni 2025 yang berujung pada serangan balasan. Dengan campur tangan Amerika Serikat, kedua pihak menyepakati gencatan senjata sejak 24 Juni 2025. Netanyahu juga menegaskan bahwa dirinya telah menghentikan rencana pembentukan negara Palestina, dengan Israel tetap menguasai seluruh wilayahnya.

Sementara itu, Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Presiden Donald Trump menyatakan Iran tengah mencari jalur negosiasi, menyusul kedatangan USS Abraham Lincoln carrier strike group ke Teluk. “Kami punya armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela,” ujar Trump sehari sebelumnya.

AS diketahui mengerahkan 23 pesawat pengisi bahan bakar KC-135R Stratotanker di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, serta pesawat perang elektronik EA-37B Compass Call II dan UAV MQ-4C Triton di Pangkalan Udara Al Dhafra, Uni Emirat Arab. Meski menolak membahas opsi militer, Trump menegaskan diplomasi masih terbuka. “Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka sudah beberapa kali menelepon,” katanya.

Peringatan Netanyahu dan pengerahan militer AS menandai fase baru ketegangan di Timur Tengah, dengan dunia menunggu apakah jalur diplomasi akan mampu meredam potensi eskalasi konflik.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI