Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Kebut Pengerukan Kali Sepak Jakbar

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 27 Januari 2026 | 09:44 WIB
Pemprov DKI mengebut pengerukan Kali Sepak Jakbar untuk mengantisipasi banjir. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Pemprov DKI mengebut pengerukan Kali Sepak Jakbar untuk mengantisipasi banjir. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempercepat pengerukan Kali Sepak Kembangan, Jakarta Barat, sebagai langkah antisipasi meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari ke depan. 

Menurut dia, pengerukan dilakukan untuk memperbesar kapasitas aliran air sekaligus menekan risiko banjir di kawasan permukiman.

“BMKG sudah memberikan sinyal potensi hujan tinggi. Karena itu, pengerukan dan langkah-langkah preventif tidak boleh menunggu,” kata Pramono saat meninjau pengerukan Kali Sepak di segmen Kompleks BTN hingga Jembatan Jalan Pulau Bira dikutip Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Pramono, Kali Sepak memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur aliran air menuju Cengkareng Drain. Jika terjadi pendangkalan, air berpotensi meluap ke wilayah padat penduduk di sekitarnya. 

“Ini bukan hanya soal kali kecil. Dampaknya bisa lintas wilayah,” ungkapnya. 

Adapun Pemprov DKI mencatat, pengerukan dilakukan sepanjang 1.243 meter dengan target volume sedimen yang diangkat mencapai 7.458 meter kubik. Dia menyebut, proses pengerukan dibagi ke dalam tiga segmen untuk menjaga stabilitas tebing dan mencegah longsor. 

"Lebar pengerukan dibatasi enam meter dari total lebar kali sekitar sembilan meter," tutur Pramono. 

Pramono juga menyebut pengerukan kali merupakan pekerjaan rutin, namun saat ini memiliki urgensi lebih tinggi karena ancaman cuaca ekstrem. 

“Pengerukan rutin itu mitigasi bencana. Kalau tidak dilakukan, banjir tinggal menunggu waktu,” ujarnya. 

Selain Kali Sepak, Pramono mengatakan Pemprov DKI mengerahkan sekitar 200 unit excavator di lima wilayah Jakarta. Dia juga menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air untuk meningkatkan patroli dan pembersihan sampah di aliran sungai dan saluran penghubung.

Sebagai langkah tambahan, Pramono memastikan operasi modifikasi cuaca akan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

 “Kita tidak hanya mengandalkan pengerukan. Operasi modifikasi cuaca juga kita jalankan untuk mengurangi intensitas hujan,” ucap dia. 

Dalam jangka menengah, Pramono menambahkan, Pemprov DKI menyiapkan normalisasi tiga sungai utama, yakni Ciliwung, Krukut, dan Kali Cakung Lama. 

"Normalisasi Ciliwung akan dilakukan bersama pemerintah pusat melalui pembangunan tanggul, sementara dua sungai lainnya ditargetkan mulai dinormalisasi tahun ini," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI