IHSG Diprediksi Konsolidasi di Rentang 8.850–9.100, Sentimen Global dan Komoditas Jadi Penentu

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 04:48 WIB
Saham
Saham

SinPo.id -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak konsolidatif pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, seiring sikap wait and see pelaku pasar menjelang sejumlah agenda global penting serta dinamika geopolitik yang belum mereda.

Pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026), IHSG tercatat menguat tipis 0,27% ke level 8.975,33 setelah sempat bergerak fluktuatif dua arah. Penguatan indeks didorong terutama oleh sektor barang baku (basic materials) yang melonjak hingga 4,45%, sejalan dengan kenaikan harga komoditas global.

Namun demikian, tekanan datang dari sektor energi yang terkoreksi paling dalam sebesar 2,39%. Pelemahan sektor ini dipicu penurunan saham-saham seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), yang diduga terkait antisipasi pasar terhadap pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menjelaskan secara teknikal indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold tetapi belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Sementara itu, histogram negatif pada indikator MACD justru melebar.

“Kondisi ini mengindikasikan IHSG masih berpotensi bergerak sideways dengan area konsolidasi di kisaran support 8.850 dan resistance 9.100,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin 26 Januari 2026

Dari sisi makro, nilai tukar rupiah di pasar spot menguat ke level Rp16.782 per dolar AS, didorong oleh pelemahan indeks dolar menjelang pertemuan The Fed pekan ini. Di saat yang sama, eskalasi ketegangan geopolitik global mendorong lonjakan harga emas ke level tertinggi baru mendekati US$5.100 per troy ounce, mempertegas pergeseran investor ke aset safe haven.

Pergerakan bursa Asia pada perdagangan Senin ditutup variatif. Kekhawatiran geopolitik dan isu perdagangan global masih membayangi, termasuk sikap Kanada yang menolak melanjutkan perjanjian dagang dengan China di tengah ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat. Sementara itu, pemerintah Jepang juga memberi sinyal akan bertindak terhadap perdagangan spekulatif yang memicu volatilitas berlebihan.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih relatif solid karena mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

“Sentimen utama masih berasal dari bursa global yang variatif, isu fiskal Amerika Serikat, serta pasar yang menantikan hasil FOMC Meeting. Untuk Selasa, IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas dengan support di 8.923 dan resistance di 9.026,” ujarnya.

Dari sisi perdagangan, data RTI Business mencatat total nilai transaksi mencapai Rp36,98 triliun dengan volume 57,53 miliar saham dan frekuensi 3,84 juta kali transaksi. Sebanyak 267 saham menguat, 428 saham melemah, dan 110 saham stagnan. Emiten top gainer di antaranya JAST, MPIX, dan BBRM, sementara MINA, INET, dan AMAN menjadi top losers.

Untuk perdagangan jangka pendek Selasa (27/1/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PGEO, ERAA, JSMR, AKRA, dan MEDC. Sementara MNC Sekuritas menyoroti saham AKRA, BRIS, dan JSMR sebagai saham yang layak dicermati di tengah pergerakan IHSG yang masih cenderung konsolidatif.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI