Harga Emas Antam Cetak Rekor, Analis Prediksi Tembus Rp3 Juta Lebih

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 03:44 WIB
emas (pixabay)
emas (pixabay)

SinPo.id -  Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) diperkirakan kembali menguat pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di awal pekan. Tren bullish logam mulia ini memicu optimisme pasar bahwa harga emas Antam berpeluang menembus level psikologis Rp3 juta per gram.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas batangan Antam masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka pendek. Menurutnya, jika sentimen positif global tetap terjaga, harga emas Antam berpotensi menguat hingga Rp3.092.000 per gram.

“Momentum kenaikan masih cukup kuat. Namun investor tetap perlu mengantisipasi koreksi. Jika turun, support pertama berada di Rp2.852.000 dan support kedua di Rp2.752.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Senin 26 Januari 2026

Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam pada Senin (26/1/2026) melonjak Rp30.000 menjadi Rp2.917.000 per gram. Lonjakan ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Sabtu (24/1/2026) di level Rp2.887.000 per gram.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada emas ukuran 1 gram, tetapi juga merata di hampir seluruh pecahan. Emas Antam 0,5 gram dipatok Rp1.508.500, sementara ukuran 5 gram naik signifikan menjadi Rp14.360.000. Penguatan ini mencerminkan tingginya minat beli di pasar emas domestik.

Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali atau buyback emas Antam juga ikut meroket. Pada Senin (26/1/2026), harga buyback naik Rp28.000 menjadi Rp2.750.000 per gram. Meski demikian, transaksi jual kembali emas tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

Secara global, reli harga emas didorong oleh melonjaknya harga emas spot dunia yang menembus level US$5.000 per troy ounce. Ketidakpastian geopolitik, permintaan tinggi terhadap aset safe haven, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif di kisaran Rp16.800 per dolar AS menjadi faktor pendukung utama kenaikan harga emas domestik.

Meski prospek kenaikan masih terbuka, analis menilai lonjakan tajam berpotensi diikuti fase konsolidasi atau koreksi ringan. Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), harga emas Antam diperkirakan bergerak di kisaran Rp2.920.000 hingga Rp2.940.000 per gram jika sentimen positif berlanjut.

Namun demikian, selama harga emas Antam mampu bertahan di atas level Rp2.880.000 per gram, tren jangka pendek masih dinilai positif. Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harian ini dinilai wajar dan tidak mengubah peran emas sebagai aset lindung nilai utama, sementara trader jangka pendek diimbau mencermati potensi aksi ambil untung di tengah volatilitas pasar.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI