Legislator PAN Dorong Percepatan Pencarian 23 Prajurit TNI Korban Longsor di Cisarua

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 26 Januari 2026 | 10:42 WIB
Bencana longsor di Bandung Barat (SinPo.id/Setwapres)
Bencana longsor di Bandung Barat (SinPo.id/Setwapres)

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi mendorong percepatan pencarian 23 prajurit TNI yang menjadi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).

"Sebagai mitra Komisi I DPR RI, saya sangat prihatin atas hilangnya 23 prajurit TNI dalam peristiwa ini dan berharap seluruh prajurit TNI yang hilang dapat segera ditemukan," kata Okta dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Okta mengaku menerima informasi baru 2 prajurit TNI yang berhasil ditemukan. Dia berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap, baik pencarian maupun pendampingan kepada keluarga para prajurit.

Di samping dari itu, Legislator dari Fraksi PAN ini menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas bencana longsor yang terjadi di Cisarua. Okta bahkan menyampaikan penghormatan dan empati yang mendalam atas hilangnya 23 prajurit TNI yang berada di lokasi longsor.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana longsor di Cisarua. Ini adalah musibah yang menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat terdampak, tetapi juga bagi keluarga besar TNI," kata dia.

Lebih lanjut, Okta menekankan bahwa kondisi cuaca dan alam yang semakin ekstrem menuntut kewaspadaan dan mitigasi risiko yang lebih matang, terutama bagi prajurit TNI yang sering diterjunkan dalam operasi bantuan bencana.

"Dalam situasi cuaca dan kondisi alam yang ekstrem, aspek keselamatan personel TNI harus menjadi perhatian utama. Keberanian dan pengabdian prajurit tidak boleh dihadapkan pada risiko yang tidak terukur. Diperlukan perencanaan, peralatan, dan dukungan maksimal agar tugas kemanusiaan dapat berjalan dengan aman," katanya.

Okta juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait, agar penanganan bencana dan perlindungan terhadap personel di lapangan dapat berjalan secara optimal.

"TNI adalah aset bangsa. Setiap prajurit yang bertugas membawa nama negara dan kehormatan institusi. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka menjalankan tugas dalam kondisi yang aman dan terlindungi," kata Okta.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI