Militer Israel Gelar Operasi Skala Besar Cari Sandera Terakhir di Gaza
SinPo.id - Militer Israel mengatakan sedang melakukan operasi skala besar untuk menemukan sandera terakhir di Gaza, di tengah kesepakatan gencatan senjata.
Pernyataan itu muncul dalam rapat kabinet yang digelar sehari setelah utusan utama Amerika Serikat (AS) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas langkah selanjutnya.
Dalam pertemuan kabinet tersebut, Israel menyatakan akan membuka penyeberangan Rafah dan melanjutkan fase kedua gencatan senjata yang dimediasi AS, setelah dikembalikannya sandera yang tersisa.
"Setelah selesainya operasi ini, dan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan Amerika Serikat, Israel akan membuka penyeberangan Rafah," kata Kantor Perdana Menteri, dilansir dari AP, Senin, 26 Januari 2026.
Adapun identitas sandera yang tersisa yakni Ran Gvili, dan miloter Israel sedang mencari di sebuah pemakaman di Gaza utara dekat Garis Kuning, yang menandai bagian wilayah yang dikuasai Israel.
Namun secara terpisah, seorang pejabat militer Israel mengatakan Gvili mungkin telah dimakamkan di daerah Shijaiya-Tuffah di Kota Gaza.
Sementara itu, Hamas dalam sebuah pernyataan mengatakan telah memberikan semua informasi yang dimilikinya tentang jenazah Gvili, dan menyebut Israel menghalangi upaya pencarian di wilayah Gaza yang berada di bawah kendali militer Israel.
