Mark Carney Tegaskan Kanada Tak Berniat Buat Perjanjian Dagang Bebas dengan China di Tengah Ancaman Tarif Trump

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 26 Januari 2026 | 05:47 WIB
Presiden Amerika Serika Donald Trump. (SinPo.id/AP)
Presiden Amerika Serika Donald Trump. (SinPo.id/AP)

SinPo.id -  Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa negaranya tidak memiliki niat untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan China, di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memberlakukan tarif besar-besaran jika Kanada “membuat kesepakatan dengan China”.

Pernyataan tersebut disampaikan Carney kepada wartawan di Ottawa pada Minggu (waktu setempat). Ia menekankan bahwa langkah Kanada terkait China sejauh ini hanya bertujuan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan dagang yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.

“Apa yang kami lakukan dengan China adalah memperbaiki sejumlah isu yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Carney, merujuk pada kesepakatan terbatas terkait kendaraan listrik (electric vehicles/EV), produk pertanian, dan hasil perikanan.

Carney juga menegaskan bahwa Kanada tetap menghormati komitmennya dalam perjanjian Canada–United States–Mexico Agreement (CUSMA). Dalam perjanjian tersebut, Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko wajib saling memberi pemberitahuan jika salah satu pihak berniat menjalin perjanjian dagang bebas dengan negara non-pasar seperti China.

“Kami menghormati komitmen kami dalam CUSMA,” tegas Carney.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap hubungan Kanada dan China. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menuding China sedang “mengambil alih Kanada sepenuhnya”.

“China berhasil dan sepenuhnya mengambil alih negara Kanada yang dulu hebat. Sangat menyedihkan melihat ini terjadi,” tulis Trump.

Sehari sebelumnya, Trump bahkan mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap seluruh barang asal Kanada yang masuk ke Amerika Serikat jika Ottawa “membuat kesepakatan dengan China”. Namun, Trump tidak menjelaskan secara rinci apa yang ia maksud dengan “kesepakatan” tersebut.

Dalam unggahannya, Trump juga kembali menyebut Mark Carney sebagai “gubernur”, sebuah sindiran yang sebelumnya kerap ia gunakan kepada mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

“Jika Gubernur Carney berpikir ia bisa menjadikan Kanada sebagai ‘pelabuhan transit’ bagi China untuk mengirim barang ke Amerika Serikat, dia sangat keliru,” tulis Trump.

Ancaman Trump ini muncul meski pekan lalu Kanada dan China baru saja mencapai kesepakatan dagang terbatas. Dalam perjanjian tersebut, Kanada mengizinkan masuknya sekitar 49.000 kendaraan listrik buatan China dengan tarif lebih rendah, yakni 6,1 persen. Sebagai imbalannya, China menurunkan tarif impor untuk kanola Kanada dan sejumlah produk lainnya.

Menariknya, setelah kesepakatan itu diumumkan, Trump sempat merespons positif. Ia bahkan menyebut langkah Kanada sebagai hal yang baik.

“Itu yang seharusnya dia lakukan. Itu hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan dagang. Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda seharusnya melakukannya,” ujar Trump kala itu di Gedung Putih.

Namun sikap Trump berubah drastis pada Minggu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent kemudian mencoba memberi klarifikasi dengan menyatakan bahwa tarif tinggi baru akan diberlakukan jika Kanada melangkah lebih jauh dengan membuat perjanjian perdagangan bebas dengan China.

“Jika mereka melangkah lebih jauh — jika kami melihat Kanada membiarkan China membuang barang ke Amerika Serikat — maka tarif itu bisa terjadi,” kata Bessent dalam wawancara dengan ABC News.

Ketegangan antara Trump dan Kanada juga meningkat setelah pidato Carney di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Dalam pidatonya, Carney menyinggung “hegemoni Amerika” dan bagaimana negara-negara besar menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata geopolitik.

Trump membalas pernyataan itu dengan keras dan menyatakan bahwa Kanada “hidup karena Amerika Serikat”.

“Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali Anda membuat pernyataan,” ujar Trump.

Menanggapi dinamika tersebut, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menegaskan bahwa pemerintah Kanada akan terus menjalankan kebijakan luar negeri yang pragmatis sebagai negara kekuatan menengah (middle power). Menurutnya, diversifikasi perdagangan menjadi kunci untuk melindungi ekonomi Kanada.

“Kami perlu melindungi dan memperkuat ekonomi Kanada, dan diversifikasi perdagangan adalah hal yang fundamental. Itulah sebabnya kami pergi ke China, itulah sebabnya kami akan pergi ke India. Dan itulah mengapa kami tidak akan menaruh semua telur kami dalam satu keranjang,” kata Anand.

Anand juga menyatakan tidak terlalu khawatir dengan ancaman terbaru Trump. Ia dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pekan depan untuk membahas kerja sama mineral kritis dengan sejumlah negara.

Meski tekanan dari Washington terus meningkat, Carney menegaskan bahwa Kanada akan tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi nasional, komitmen perjanjian internasional, dan posisi geopolitiknya di tengah persaingan kekuatan besar dunia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI