Pemerintah Pastikan Kawal Secara Maksimal Penanganan Longsor di Bandung Barat

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 25 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (SinPo.id/Antara)
Ilustrasi longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno memastikan, pemerintah akan mempercepat penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, secara maksimal. Penanganan ini dimulai dari proses pencarian dan identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga, perlindungan pengungsi, serta upaya pencegahan potensi bencana susulan.

"Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian," kata Pratikno, Minggu, 25 Januari 2026. 

Pratikno menjelaskan, penanganan bencana longsor dilakukan melalui lima kluster utama. Kluster pencarian dan pertolongan dikoordinasikan Basarnas dengan dukungan TNI-Polri, BPBD, dan BNPB, serta melibatkan para relawan.

Kemudian kluster kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga. Layanan trauma healing juga disediakan bagi para korban terdampak.

Lalu kluster logistik yang bertugas memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Meliputi sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan penunjang seperti selimut dan kebutuhan lainnya.

Berikutnya, kluster perlindungan sosial yang didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat, untuk membantu para korban dan keluarga terdampak.

"Kluster terakhir adalah kluster infrastruktur yang berfokus pada pencegahan bencana lanjutan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI