Perdana Menteri Greenland Sebut Kedaulatan Pulau Arktik adalah Garis Merah
SinPo.id - Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengatakan kedaulatan pulau Arktik adalah "garis merah", atau batas yang tidak boleh dilanggar dalam sebuah negara.
Pernyataan itu ia sampaikan tak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah mengamankan akses total ke wilayah tersebut di bawah kerangka kerja yang disepakati dengan kepala NATO.
Namun, ia masih belum mengetahui banyak aspek dari perjanjian tersebut, yang dicapai sehari sebelumnya selama pembicaraan antara Trump dan kepala NATO Mark Rutte.
“Saya tidak tahu apa isi perjanjian, atau kesepakatan, tentang negara saya,” kata Nielsen. Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 23 Januari 2026.
“Kami siap untuk membahas banyak hal, dan kami siap untuk menegosiasikan kemitraan yang lebih baik dan sebagainya. Tetapi kedaulatan adalah garis merah,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap, batas kedaulatan negara tidak dilanggar. Hal itu ia sampaikan merespons upaya Trump untuk mengendalikan wilayah di sekitar pangkalan militer AS di Greenland sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas.
“Kita tidak bisa melanggar garis merah. Kita harus menghormati integritas teritorial kita. Kita harus menghormati hukum internasional dan kedaulatan," tegasnya.
Diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, Trump telah meningkatkan ancamannya untuk merebut Greenland yang merupakan wilayah semi-otonom Denmark.
Menurutnya, hal itu diperlukan untuk mempertahankan kepentingan keamanan nasional AS dan mencegah penetrasi China atau Rusia di wilayah Arktik.
