Home /

Analis CNN: Wacana Akuisisi Greenland Lebih Tidak Populer daripada Skandal Epstein bagi Trump

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 07:20 WIB
Presiden Amerika Serika Donald Trump. (SinPo.id/AP)
Presiden Amerika Serika Donald Trump. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Analis data CNN, Harry Enten, mengungkapkan bahwa rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Greenland justru mendapat penolakan publik yang lebih besar dibandingkan penanganannya atas skandal mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Dalam program CNN News Central, Enten menjelaskan bahwa perhatian publik terhadap berkas investigasi Epstein menurun drastis di tengah meningkatnya sorotan terhadap pernyataan Trump mengenai Greenland.

Hingga kini, Departemen Kehakiman AS belum mematuhi Epstein Transparency Act dengan merilis dokumen penyelidikan terkait Epstein, yang diketahui memiliki hubungan lama dengan Trump. Namun, menurut Enten, minat publik terhadap isu tersebut justru merosot tajam.

“Presiden Amerika Serikat tidak menyukai fokus pada berkas Epstein. Lalu fokus itu dialihkan ke Greenland,” ujar Enten.
“Dan jika tujuannya mengubah topik pembicaraan, dari sudut pandang itu, strategi tersebut berhasil,” tambahnya.

Enten memaparkan data pencarian Google yang menunjukkan bahwa pencarian terkait berkas Epstein turun hingga 72 persen dibandingkan Desember. Sebaliknya, pencarian tentang Greenland melonjak tajam hingga hampir 1.600 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang catatan.

“Pencarian tentang Epstein anjlok, sementara Greenland naik seperti roket,” kata Enten.

Meski demikian, pembawa acara John Berman mengingatkan bahwa tidak ada bukti langsung yang mengaitkan meningkatnya wacana Greenland dengan upaya pengalihan isu dari kasus Epstein. Namun Enten menegaskan bahwa secara politik, isu Greenland justru menjadi bumerang bagi Trump.

“Kalau memang ini idenya, maka ini adalah ide yang buruk secara politik,” tegas Enten.

Berdasarkan data jajak pendapat yang dipaparkannya, tingkat persetujuan publik terhadap penanganan Trump atas isu Epstein berada 38 poin di bawah ambang netral. Namun, upaya membeli atau bahkan menggunakan kekuatan militer terkait Greenland dinilai lebih tidak populer lagi, dengan tingkat persetujuan 40 poin di bawah air.

“Hampir tidak ada isu yang lebih buruk bagi Donald Trump dibandingkan berkas Epstein. Tapi mencoba membeli Greenland—atau bahkan menggunakan kekuatan militer di sana—ternyata lebih buruk lagi,” ujar Enten.

John Berman pun menyimpulkan dengan nada heran, “Jadi, Greenland ternyata dipersepsikan publik lebih buruk daripada Epstein.”

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI