Trump Klaim Capai Kesepakatan Jangka Panjang “Kompleks” soal Greenland dengan Sekjen NATO
SinPo.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah mencapai kerangka kesepakatan jangka panjang yang bersifat “kompleks” terkait rencana keterlibatan Amerika Serikat di Greenland. Kesepakatan tersebut disebut Trump dibahas bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam pertemuan pada Rabu waktu setempat.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan CNBC bersama Joe Kernen, sekitar satu jam setelah ia mengunggah pernyataan di media sosial bahwa dirinya telah memiliki “kerangka kerja” untuk “kesepakatan masa depan” terkait Greenland.
“Kami memiliki konsep sebuah kesepakatan. Saya pikir ini akan menjadi kesepakatan yang sangat baik untuk Amerika Serikat dan juga untuk mereka. Kami akan bekerja sama dalam isu yang berkaitan dengan kawasan Arktik secara keseluruhan, termasuk Greenland,” ujar Trump.
“Ini berkaitan dengan keamanan—keamanan yang besar, keamanan yang kuat, dan hal-hal lainnya,” tambahnya.
Ketika ditanya apakah kesepakatan tersebut berarti Amerika Serikat akan memiliki Greenland atau dalam bentuk lain, Trump menyebut perjanjiannya tidak sederhana.
“Ini sedikit kompleks, tapi kami akan menjelaskannya lebih lanjut di kemudian hari,” katanya.
Trump juga memuji Mark Rutte sebagai pemimpin yang kuat dan mengisyaratkan bahwa pembicaraan tersebut kemungkinan telah dikomunikasikan dengan Denmark, mengingat Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Rutte sendiri diketahui merupakan mantan Perdana Menteri Belanda.
“Saya dan Sekretaris Jenderal NATO, bersama beberapa pihak lainnya, telah membicarakan hal ini. Ini adalah jenis kesepakatan yang memang ingin saya wujudkan,” kata Trump.
Saat ditanya apakah kesepakatan itu bersifat jangka panjang, Trump menjawab tegas bahwa perjanjian tersebut bersifat permanen, sembari melontarkan kritik terhadap mantan Presiden AS Barack Obama.
“Selamanya. Ini akan berlaku selamanya,” ujar Trump.
“Itu jauh lebih baik dibandingkan kesepakatan Obama, seperti perjanjian nuklir Iran yang hanya sembilan tahun. Ini bukan sembilan tahun, ini selamanya.”
Dalam kesempatan yang sama, Trump memastikan rencana pengenaan tarif terhadap delapan negara Eropa yang sebelumnya ia ancam tidak akan diberlakukan pada 1 Februari, seiring adanya kemajuan pembicaraan terkait kesepakatan tersebut.
Wawancara itu dilakukan setelah Trump menjalani agenda padat di Davos, Swiss, di mana ia sebelumnya memberikan pidato dalam forum World Economic Forum (WEF). Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan keinginannya agar Amerika Serikat memiliki peran lebih besar di Greenland, namun menekankan bahwa dirinya tidak berniat menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih wilayah tersebut.

