Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan Tiga Hari, Protes Harga Sapi Dinilai Terlalu Tinggi

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026 | 00:41 WIB
Ilustrasi peternakan sapi (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi peternakan sapi (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id -  Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta akan melakukan aksi mogok berjualan selama tiga hari, terhitung mulai Kamis 22 Januari 2026 hingga Sabtu 24 Januari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan pedagang terhadap kondisi perdagangan daging sapi yang dinilai semakin memberatkan.

Ketua DPD APDI DKI Jakarta Wahyu Purnama menegaskan, mogok berjualan akan diikuti oleh seluruh pedagang daging sapi dan bandar sapi potong di pasar tradisional serta Rumah Potong Hewan (RPH) se-Jabodetabek.

“Seluruh anggota APDI, bandar sapi potong, dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” ujar Wahyu dalam keterangan resminya, Rabu 21 Januari 2026.

Wahyu menjelaskan, aksi ini dipicu oleh tidak terealisasinya hasil rapat antara APDI dengan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta instansi terkait yang digelar pada 5 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah disebut menjanjikan adanya kestabilan harga sapi hidup selama dua pekan.

Namun hingga kini, harga sapi timbang hidup yang berasal dari feedlot dinilai masih terlalu tinggi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga karkas di RPH, sementara di sisi lain daya beli masyarakat justru tengah menurun.

“Jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah ternyata tidak terealisasi. Harga sapi dari feedlot tetap tinggi, harga karkas ikut naik, sementara daya beli masyarakat sedang lemah,” kata Wahyu.

APDI juga menilai mahalnya harga daging sapi sangat berdampak pada pedagang pasar tradisional serta masyarakat menengah ke bawah. Aspirasi inilah yang kemudian menjadi pertimbangan utama pengurus untuk mengambil langkah mogok dagang.

Menurut Wahyu, aksi tersebut dilakukan demi menjaga keberlangsungan usaha para pedagang daging serta menciptakan iklim perdagangan yang lebih kondusif di tengah tekanan biaya yang semakin besar.

APDI pun berharap pemerintah pusat, khususnya Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional, segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga daging sapi.

“Kami berharap kepada Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” pungkas Wahyu.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI