Transaksi Digital di Pasar Tradisional Jakarta Naik 47 Persen

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 21 Januari 2026 | 23:39 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Dok. BRI)
Ilustrasi. (SinPo.id/Dok. BRI)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat lonjakan transaksi digital di pasar-pasar tradisional sepanjang 2025. Nilai transaksi non-tunai melalui QRIS meningkat hingga 47 persen, yang dinilai mencerminkan menguatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kenaikan transaksi tersebut terlihat terutama di pasar tradisional yang didorong melalui program digitalisasi. 

“Di pasar-pasar, ketika kita dorong digitalisasi, transaksinya meningkat sampai 47 persen,” kata Pramono, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Pramono, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Jakarta dengan kontribusi sebesar 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

"Kinerja tersebut ditopang oleh tingkat kepercayaan konsumen yang tetap tinggi," ungkapnya. 

Adapun Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat sebesar 145,33, menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. 

"Sementara itu, inflasi Jakarta sepanjang 2025 berada di level 2,63 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen," ujar Pramono. 

Pramono menilai stabilnya inflasi turut menjaga daya beli masyarakat, yang berdampak pada peningkatan transaksi di pasar tradisional. 

“Ini menunjukkan optimisme yang tinggi,” imbuhnya. 

Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong digitalisasi pembayaran di pasar tradisional untuk memperluas inklusi keuangan serta meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi. 

"Pemerintah menilai peningkatan transaksi non-tunai juga mencerminkan adaptasi pedagang dan pembeli terhadap sistem pembayaran digital," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI