Komisi X DPR Ingatkan Pelatih Timnas Tak Terjebak Pola Instan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Rabu, 21 Januari 2026 | 21:34 WIB
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas (Ashar/SinPo.id)
PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan pelatih baru Tim Nasional (Timnas) sepak bola Indonesia, John Herdman, agar pembenahan sepak bola nasional tidak terjebak dalam pola instan yang berulang.

Ini disampaikan Hetifah menyusul keputusan PSSI yang menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas sepak bola Indonesia menggantikan Patrick Kluivert.

Dia berharap pergantian pelatih harus beriringan dengan penguatan sistem pembinaan yang berkelanjutan, bukan sekadar respons jangka pendek atas kegagalan target.

"Sepak bola itu bukan proyek cepat saji. Kita butuh arah yang jelas, sistematis, dan jangka panjang. Jangan hanya fokus mengganti pelatih, tetapi membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan," kata Hetifah dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Dia menekankan fondasi sepak bola nasional hanya dapat dibangun melalui pembinaan usia muda yang berjenjang, akademi sepak bola yang hidup dan terintegrasi, serta kompetisi yang berpihak pada pengembangan pemain lokal.

Tanpa regenerasi yang sehat, kata Hetifah, strategi pelatih sebaik apa pun tidak akan menghasilkan capaian yang konsisten.

"Tanpa regenerasi yang kuat, sehebat apa pun strategi pelatih, hasilnya akan tetap sama tersandung di tengah jalan," ujarnya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini juga menegaskan Komisi X DPR RI akan terus mengawal transformasi sepak bola nasional agar tidak bergantung pada figur pelatih atau pimpinan federasi, melainkan bertumpu pada sistem dan tata kelola yang sehat.

Hetifah berpandangan pemutusan kerja sama dengan pelatih sebelumnya yang dilakukan melalui mekanisme mutual termination membuka ruang bagi PSSI untuk memulai arah baru pembinaan sepak bola nasional.

Momentum ini, kata dia, penting untuk menata ulang filosofi bermain dan sistem pembinaan secara lebih terstruktur.

"Pelatih boleh berganti, tetapi arah pembangunan sepak bola nasional tidak boleh berubah setiap kali kita kalah. Kita harus bicara sistem, bukan sekadar figur," tegasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI