Raymond/Joaquin Tembus Babak Kedua Indonesia Masters 2026, Fajar/Fikri Bidik Akhiri Puasa Gelar di Istora

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 02:09 WIB
Persiapan penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 (Djarum Badminton)
Persiapan penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 (Djarum Badminton)

SinPo.id -  Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjadi wakil tuan rumah pertama yang melangkah ke babak kedua Indonesia Masters 2026. Kemenangan itu diraih usai menaklukkan pasangan Prancis Eloi Adam/Leo Rossi lewat pertarungan tiga gim, 22-20, 15-21, 21-10, di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa 20 Januari 2026

Pasangan juara Australian Open 2025 tersebut tampil solid di hadapan publik sendiri. Joaquin mengaku bersyukur bisa tampil tanpa kendala cedera dan merasakan atmosfer Istora yang menurutnya sangat berbeda dibanding turnamen lain.

“Puji Tuhan bisa bermain lancar dan akhirnya merasakan main di Istora. Atmosfernya luar biasa,” ujar Joaquin usai laga berdurasi 66 menit.

Ia menilai pola permainan menyerang yang biasa mereka terapkan berjalan baik, meski sempat kehilangan fokus di penghujung gim pertama. Pada gim kedua, perubahan strategi lawan membuat Raymond/Joaquin tertinggal.

“Di gim kedua kami sempat memimpin, tapi lawan mengubah pola dan kami terlambat mengantisipasi,” ucap Joaquin.

Raymond menambahkan, tekanan berlebih dan kesalahan sendiri membuat pertandingan harus ditentukan di gim ketiga.

“Rasa ingin menangnya terlalu tinggi. Di gim ketiga kami main nothing to lose saja,” kata Raymond.

Dengan dukungan penuh penonton Istora, Raymond/Joaquin kembali percaya diri dan tampil all out untuk mengunci kemenangan.

“Kami tidak mau mengecewakan masyarakat Indonesia yang sudah datang,” tegas Joaquin.

Sementara itu, pasangan ganda putra lainnya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, juga membuka langkah di turnamen BWF World Tour Super 500 ini dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh. Mereka menang dua gim langsung 21-16, 21-10 dalam waktu 30 menit.

Meski baru saja meraih gelar China Open 2025, Fajar mengaku memiliki motivasi pribadi untuk mengakhiri puasa gelar di Istora. Terakhir kali ia merasakan podium tertinggi di arena legendaris tersebut terjadi pada Indonesia Masters 2022 bersama Muhammad Rian Ardianto.

“Target dari pelatih dan kami tentu juara. Secara pribadi, sudah lama tidak juara di Indonesia,” ujar Fajar.

Ia menegaskan, PBSI juga membebankan target juara kepada mereka sebagai tuan rumah.
“Main di kandang sendiri, dan sudah cukup lama juga kami tidak juara sejak China Open tahun lalu,” tambahnya.

Fikri turut mengapresiasi dukungan penonton Istora yang menurutnya menjadi tambahan energi di lapangan.

“Berkat mereka, kami jadi lebih semangat. Capek pun jadi tidak terasa,” ucap pemain asal Bandung itu.

Di babak berikutnya, Fajar/Fikri akan menghadapi pemenang duel antara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulanamelawan pasangan Taiwan Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan. Fajar mengakui ada sisi untung dan rugi jika harus bertemu sesama wakil Indonesia.

“Ruginya pasti ada yang tersingkir, tapi untungnya satu wakil Indonesia sudah pasti lolos ke delapan besar,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI