DPR: Hilangnya ATR 42 Jadi Pengingat Keras Ancaman Cuaca Ekstrem

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 19 Januari 2026 | 08:14 WIB
ATR 72-600 PK-GAC milik Garuda Indonesia (SinPo.id/dok.Wikipedia)
ATR 72-600 PK-GAC milik Garuda Indonesia (SinPo.id/dok.Wikipedia)

SinPo.id - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengatakan hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 menjadi pengingat keras bagi industri penerbangan nasional mengenai ancaman cuaca ekstrem dan fenomena siklon yang tengah melanda wilayah Indonesia.

“Insiden ini harus menjadi pengingat keras bagi seluruh penyedia layanan transportasi udara," kata Huda, dalam keterangan persnya, dikutip Minggu, 18 Januari 2026.

Terlebih, saat ini siklon tropis Nokaen di utara Sulawesi Utara bisa memicu cuaca ekstrem di kawasan Indonesia tengah dan timur.

"Di tengah ancaman cuaca ekstrem saat ini, keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan. Tidak boleh ada toleransi terhadap maskapai yang mengabaikan ambang batas cuaca minimum (weather minimal),” tandasnya.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT, dinyatakan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, dan saat ini Basarnas, TNI AU, serta otoritas Bandara Sultan Hasanuddin masih melakukan operasi pencarian.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI