KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Tiket Penumpang Terdampak Banjir Pekalongan

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32 WIB
Kereta Api (SinPo.id/ Dok. KAI)
Kereta Api (SinPo.id/ Dok. KAI)

SinPo.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mengembalikan tiket penumpang secara penuh akibat gangguan perjalanan kereta api yang dipicu banjir di Pekalongan, Jawa Tengah. Kebijakan ini diberikan menyusul pembatalan dan pengalihan rute sejumlah kereta jarak jauh dari Jakarta.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Daop 4 Semarang memaksa perusahaan melakukan penyesuaian operasi demi keselamatan perjalanan. 

“Kami memberikan opsi pengembalian tiket 100 persen kepada penumpang yang terdampak pembatalan maupun keterlambatan akibat banjir,” kata Franoto, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Franoto, genangan air di lintas Pekalongan menyebabkan antrean kereta sehingga berdampak langsung terhadap jadwal perjalanan. Dia menyebut, KAI membatalkan sebagian perjalanan dan mengalihkan sejumlah kereta dari jalur utara ke jalur selatan Pulau Jawa. 

“Rekayasa pola operasi ini tidak bisa dihindari karena kondisi prasarana belum memungkinkan dilalui secara normal,” ungkap dia. 

KAI Daop 1 mencatat, kata dia, pada hari yang sama sebanyak 10 perjalanan dari Stasiun Gambir dibatalkan dengan jumlah penumpang lebih dari 1.800 orang. 

"Di Stasiun Pasar Senen, lima perjalanan kereta api dibatalkan dan berdampak pada 1.059 penumpang. Selain itu, empat perjalanan lainnya dialihkan rutenya melalui jalur selatan," ujar Franoto. 

Franoto mengatakan pengajuan refund dapat dilakukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan. Selain pengembalian dana, lanjutnya, penumpang juga diberi pilihan untuk menjadwalkan ulang perjalanan.

“Kami mempersilakan pelanggan memilih, apakah ingin refund penuh atau reschedule ke hari lain,” tutur dia. 

Dia menambahkan, KAI Daop 1 Jakarta terus berkoordinasi dengan Daop 4 Semarang untuk memantau kondisi lintas yang terdampak banjir. Menurutnya, selama antrean kereta masih terjadi, potensi keterlambatan perjalanan masih terbuka. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan memastikan hak penumpang tetap terpenuhi,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI