BPBD DKI Genjot Modifikasi Cuaca di Tengah Hujan Ekstrem

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 18 Januari 2026 | 16:38 WIB
Proses modifikasi cuaca Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Proses modifikasi cuaca Jakarta (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggencarkan operasi modifikasi cuaca untuk menekan dampak hujan ekstrem yang mengguyur Ibu Kota sejak dini hari. 

Langkah ini diambil menyusul curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi merata, berdurasi panjang, dan berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan pihaknya menyiapkan tiga misi penerbangan penyemaian awan pada Minggu, 28 Januari.

“Hujan yang terjadi sejak malam hingga pagi ini intensitasnya tinggi dan cakupannya luas. Karena itu kami gencarkan operasi modifikasi cuaca,” kata Yohan dalam keterangannya, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Yohan, jumlah sortie tidak dibatasi secara kaku. Dia pun membuka peluang menambah misi penerbangan apabila analisis meteorologi menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan masih signifikan. 

“Kami menyesuaikan dengan dinamika atmosfer yang dipantau setiap saat,” ungkapnya. 

Adapun operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan metode penyemaian awan menggunakan Natrium Klorida. Yohan menyebut, strategi penyemaian diarahkan ke wilayah perairan utara Pulau Jawa agar hujan turun sebelum awan bergerak ke daratan Jakarta dan sekitarnya. 

“Prinsipnya mengalihkan hujan, bukan menghentikan hujan,” ujar Yohan.

Lebih jauh, dia mengungkapkan, operasi serupa telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta TNI Angkatan Udara. Menurutnya, pusat operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

"Pada salah satu pelaksanaan, total bahan semai yang digunakan mencapai 2.400 kilogram dengan ketinggian terbang antara 8.000 hingga 12.000 kaki," tutur dia. 

Kendati demikian, Yohan menegaskan modifikasi cuaca bukan solusi tunggal menghadapi cuaca ekstrem. 

“OMC hanya bagian dari mitigasi. Kalau tidak dibarengi kesiapsiagaan lain, dampaknya tetap bisa meluas,” imbuhnya. 

Dia menuturkan, BPBD DKI juga mengandalkan pengendalian air, kesiapan pompa, dan respons lapangan untuk mengantisipasi genangan.

"BPBD mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan, terutama di wilayah rawan, seiring prakiraan cuaca yang masih menunjukkan peluang hujan lebat dalam beberapa hari ke depan," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI