Target Investasi 2026 Naik Signifikan, BKPM Bidik Rp 2.100 Triliun

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 01:20 WIB
investasi (Ashar/SinPo.id)
investasi (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id -  Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)menargetkan realisasi investasi baru sebesar Rp 2.100 triliun pada 2026. Target tersebut meningkat 10,4 persendibandingkan target investasi 2025 yang dipatok sebesar Rp 1.905 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan target ambisius tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap prospek investasi nasional di tengah dinamika global serta persaingan regional yang semakin ketat.

“Dari amount-nya sangat luar biasa karena jumlahnya itu sudah makin meningkat. Contohnya tahun 2024 itu Rp 1.600 triliun, 2025 Rp 1.905 triliun, dan di tahun 2026 lebih dari Rp 2.100 triliun. Jadi kenaikannya itu signifikan,” ujar Rosan kepada awak media belum lama ini.

Selain faktor pertumbuhan ekonomi domestik, Rosan optimistis peningkatan investasi pada 2026 juga akan ditopang oleh peran Danantara. Ia menjelaskan, pada tahap awal Danantara masih fokus pada penyiapan organisasi, regulasi, hingga peraturan pemerintah (PP), sehingga investasi baru mulai berjalan pada Oktober 2025. Memasuki 2026, akselerasi investasi diperkirakan akan semakin kuat.

“Di 2026 kami akan berinvestasi lebih banyak lagi, baik di bidang kesehatan, kimia, dan sektor-sektor lainnya,” katanya.

Rosan meyakini investasi domestik akan tumbuh lebih tinggi secara tahunan seiring dengan kemudahan perizinan serta akses pembiayaan yang terus diperbaiki. Sementara itu, investasi asing dinilai tetap terjaga berkat skema tandem investasi antara investor global dan Danantara.

“Kami sama-sama investasi, sama-sama taking calculated risk. Ini memberikan confidence kepada investor asing,” ujar Rosan.

Dengan berbagai langkah akselerasi tersebut, pemerintah optimistis target investasi Rp 2.100 triliun pada 2026 dapat tercapai dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Rosan juga menambahkan, dalam 10 tahun terakhir total investasi yang masuk ke Indonesia tercatat sekitar Rp 9.100 triliun. Sementara itu, dalam lima tahun ke depan sejak 2024, realisasi investasi diproyeksikan dapat menembus lebih dari Rp 13.000 triliun pada 2029.

Meski demikian, ia menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras yang lebih besar, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan persaingan antarnegara dalam menarik modal.

“Sekarang kami juga saling bersaing dengan negara-negara terdekat. Contohnya untuk investasi data center, kami berkompetisi dengan Malaysia dan Thailand,” kata Rosan.

Namun, menurutnya, Indonesia masih memiliki keunggulan kompetitif, antara lain dari sisi harga listrik digital yang lebih kompetitif, bonus demografi, serta stabilitas nasional yang relatif terjaga.

Tantangan ke depan, lanjut Rosan, adalah memperkuat kualitas talenta sumber daya manusia agar mampu mendukung kebutuhan industri dan investor di berbagai sektor strategis.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI